ADVERTISEMENT
  • BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Wednesday, June 10, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Waspada! Modus Penipuan Digital Kian Canggih di WhatsApp dan Facebook

Oleh : Rastono Sumardi (Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Pesandian Kabupaten Banggai)

by SWARA PENDIDIKAN
25 December 2025
in Opini, TIPS EDU
0
Waspada! Modus Penipuan Digital Kian Canggih di WhatsApp dan Facebook

Di era digital, WhatsApp dan Facebook telah menjelma menjadi ruang utama interaksi sosial.Kita berbagi kabar keluarga, mengelola bisnis, hingga mengurus pekerjaan melalui dua platform ini. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan ancaman serius yang terus berkembang: penipuan digital berbasis rekayasa sosial. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bahkan mencatat peningkatan serangan siber hingga 40 persen pada awal 2024. Angka ini bukan sekadar statistik—ia mencerminkan betapa rentannya pengguna jika lengah.

Berbeda dengan peretasan konvensional yang mengandalkan celah teknis, penipuan modern lebih banyak bermain di wilayah psikologis.Pelaku memanipulasi emosi korban, menciptakan rasa panik, rasa iba, atau harapan keuntungan instan.Ketika emosi mengambil alih nalar, kewaspadaan pun runtuh.

WhatsApp: Jalur Cepat Penipuan Berbasis Kepercayaan

WhatsApp menjadi sasaran empuk karena sifatnya yang personal. Salah satu modus paling sering muncul adalah pengiriman file APK yang dikemas seolah-olah undangan pernikahan, resi paket, atau bahkan surat tilang elektronik. Nama file dibuat sangat meyakinkan. Begitu diklik dan diinstal, aplikasi berbahaya ini dapat mengintip SMS, mencuri kode OTP perbankan, membaca notifikasi, hingga mengambil alih kendali ponsel korban.

BACA JUGA

SPMB SMP Negeri Kota Depok 2026: Ada Apa dengan Kuota Jalur Inklusi?

Memperkuat Tata Kelola RSSG: Revisi Perwal dan Sanksi Harus Sejalan

Cacat Hukum Perwal Depok Nomor 16 Tahun 2025 tentang RSSG: Potensi Timbulkan Masalah Hukum

Mengevaluasi RSSG Depok 2025: Antara Niat Baik, Celah Refund, dan Tanda Tanya Data

Ada pula modus “salah kirim kode”.Penipu berpura-pura tidak sengaja mengirimkan kode enam digit dan dengan nada memohon meminta korban mengirimkannya kembali.Padahal, kode tersebut adalah kode verifikasi WhatsApp milik korban sendiri.Sekali kode itu diberikan, akun WhatsApp dapat langsung dikuasai dan digunakan untuk menipu orang-orang terdekat korban.

Modus lain yang tak kalah marak adalah tawaran kerja ringan seperti “like dan subscribe” dengan iming-iming penghasilan harian. Awalnya korban benar-benar menerima komisi kecil agar percaya. Namun, pada tahap berikutnya, korban diminta menyetor dana sebagai “deposit” agar bisa mendapat tugas dengan bayaran lebih besar. Di sinilah uang mulai lenyap tanpa jejak.

Penipuan juga kerap mengatasnamakan bank.Pesan dibuat menyerupai notifikasi resmi, lengkap dengan logo dan bahasa formal. Korban diarahkan ke tautan palsu yang tampilannya sangat mirip situs bank asli. Begitu data dimasukkan, rekening pun terkuras.

Facebook: Dari Akun Palsu hingga Deepfake

Jika WhatsApp mengandalkan kedekatan personal, Facebook menawarkan ruang yang luas untuk manipulasi identitas.Penipu kini tidak lagi asal membuat akun. Mereka meniru gaya komunikasi resmi, bahkan mempelajari targetnya terlebih dahulu.

Salah satu modus berbahaya menyasar pelaku bisnis. Email atau pesan palsu mengatasnamakan “Meta for Business” mengklaim bahwa halaman bisnis melanggar kebijakan dan terancam diblokir. Korban diarahkan ke akun Messenger palsu yang mengaku sebagai tim dukungan resmi.

Ada pula penipuan pembelian grup dan fanspage. Admin ditawari harga fantastis untuk grupnya, lalu diminta menghapus admin lain dan menambahkan akun tertentu. Akun tersebut ternyata milik penipu.Begitu mendapat hak admin, pemilik asli dikeluarkan dan grup pun direbut.

Yang lebih mengkhawatirkan, penipuan kini semakin personal. Pelaku membuat akun kloning menggunakan nama dan foto teman korban, lalu menghubungi dengan cerita darurat. Bahkan, laporan keamanan siber menunjukkan peningkatan drastis penggunaan teknologi AI dan deepfake di kawasan Asia Pasifik, membuat identitas palsu semakin sulit dikenali.

Membangun Naluri Digital: Cara Mengenali dan Menghadapi Penipuan

Di tengah kecanggihan penipu, pertahanan terbaik tetaplah kewaspadaan manusia.Profil Facebook yang mencurigakan bisa dikenali dari aktivitasnya.Akun palsu umumnya minim interaksi, linimasa kosong, atau menggunakan foto yang tampak terlalu sempurna.Pesan yang meminta data pribadi, mengandung tautan aneh, atau menciptakan rasa panik mendadak patut dicurigai.

Jika menemukan atau menjadi korban penipuan, langkah cepat sangat menentukan.Laporkan akun atau pesan tersebut ke platform terkait. Jika sudah terjadi transfer dana, segera hubungi bank atau layanan pembayaran digital. Jangan lupa mengamankan akun dengan mengganti kata sandi dan mengaktifkan autentikasi dua faktor.

Pada WhatsApp, verifikasi dua langkah adalah benteng utama. Fitur ini menambahkan PIN yang harus dimasukkan selain kode OTP.Mengunci aplikasi dengan sidik jari atau Face ID, memeriksa perangkat tertaut secara berkala, serta membatasi informasi profil hanya untuk kontak juga sangat membantu.

Kunci Utama: Skeptis, Verifikasi, dan Tidak Terburu-buru

Hampir semua penipuan memiliki pola yang sama: menciptakan urgensi dan menekan emosi. Karena itu, prinsip sederhana ini layak dipegang teguh: tidak ada institusi resmi yang meminta OTP, PIN, atau data rahasia melalui chat. Jika sesuatu terasa terlalu mendesak atau terlalu indah, berhentilah sejenak dan verifikasi melalui saluran resmi.

Penipuan digital ibarat penyakit yang terus bermutasi.Teknologi keamanan memang penting, tetapi literasi digital dan kebiasaan saling mengingatkan jauh lebih menentukan.Dengan bersikap kritis dan berbagi informasi, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memutus mata rantai penipuan yang mengancam orang-orang terdekat.

Di dunia maya, kehati-hatian bukan sikap berlebihan, ia adalah kebutuhan. ***

 

Konten ini dilindungi. Dilarang menyalin atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi artikel untuk akun media sosial komersial atau kepentingan komersial lainnya tanpa izin tertulis dari Redaksi.
👁️ Pembaca: 1

BeritaTerkait

Anak SD Sudah Ikut Bimbel: Pendidikan atau Kompetisi?
Opini

Anak SD Sudah Ikut Bimbel: Pendidikan atau Kompetisi?

8 May 2026
0
0

Oleh: Sarafuddin, S.Pd.,M.Pd Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program...

Read more
27 Tahun Kota Depok: Anak Dijepit Dua Kegagalan. SMPN Sesak, RSSG Tak Bermutu?

27 Tahun Kota Depok: Anak Dijepit Dua Kegagalan. SMPN Sesak, RSSG Tak Bermutu?

7 May 2026
0
Tanpa Keteladanan, Transformasi Pendidikan dengan 3M, Hanya Slogan

Tanpa Keteladanan, Transformasi Pendidikan dengan 3M, Hanya Slogan

5 May 2026
0

27 Tahun Kota Depok: Saatnya Naik Kelas, Bukan Berdesakan di Kelas

5 May 2026
0

Hardiknas 2026: Data Bicara, Partisipasi Semesta Jadi Kunci Mutu Pendidikan

2 May 2026
0

Hardiknas 2026:  “Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa”

2 May 2026
0
Next Post
THR & Gaji ke‑13 Guru ASN 2025 Dipastikan Cair, Ini Rincian DAU Tambahan

THR & Gaji ke‑13 Guru ASN 2025 Dipastikan Cair, Ini Rincian DAU Tambahan

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id