Swara Pendidikan (Semarang) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Jawa Tengah menyoroti kondisi Sungai Kali Babon di wilayah Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, yang mengalami pendangkalan cukup parah akibat sedimentasi, pertumbuhan tanaman liar, serta pembuangan sampah sembarangan. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan bencana banjir.
Nuryati, warga setempat, mengungkapkan bahwa saat musim penghujan masyarakat selalu diliputi rasa khawatir akan terjadinya banjir. Menurutnya, warga telah berulang kali meminta Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan normalisasi sungai, namun hingga kini belum ada tindakan nyata.
“Pendangkalan sungai telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Saat hujan deras, kami selalu waswas karena air sungai kerap meluap,” ujar Nuryati.
Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Kali Babon agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir akan bencana banjir.
Sementara itu, DPW SWI Jawa Tengah melalui Agus Romadhon menyampaikan bahwa Sungai Kali Babon merupakan salah satu sungai penting di Kota Semarang yang berfungsi sebagai saluran drainase dan irigasi. Oleh karena itu, kondisinya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Pendangkalan Sungai Kali Babon serta banyaknya tanaman liar di sepanjang bantaran sungai mengakibatkan luapan air masuk ke permukiman warga saat hujan deras. Hal ini tentu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir,” ujarnya.
Agus menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencegah terulangnya bencana banjir besar seperti yang terjadi pada tahun 2021 dan 2023, serta kejadian banjir yang masih kerap terjadi hingga saat ini.
“Kami akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar aspirasi masyarakat terkait normalisasi Sungai Kali Babon dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.**
Konten ini dilindungi. Dilarang menyalin atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi artikel untuk akun media sosial komersil atau kepentingan komersial lainnya tanpa izin tertulis dari Redaksi.



