Swara Pendidikan (Jepara) – Aksi teatrikal Ratu Kalinyamat yang diperankan siswi SMKN 1 Kalinyamatan menyita perhatian publik dalam Pesta Baratan 2026. Tradisi budaya tahunan yang digelar pada malam Nisfu Sya’ban jelang Ramadan 1447 H ini menjadi simbol kebanggaan sejarah dan identitas budaya masyarakat Jepara.
Di atas panggung utama, sosok Ratu Kalinyamat tampil dominan dengan busana merah khas kerajaan dan pembawaan tegas, merepresentasikan keberanian dan kewibawaan pahlawan wanita Jepara. Adegan teatrikal itu menjadi salah satu momen puncak Pesta Baratan yang menyita perhatian publik.
Penampilan yang memukau tersebut tidak lepas dari peran SMK Negeri 1 Kalinyamatan yang menjadi penggerak utama dalam prosesi budaya Pesta Baratan 2026.
SMK Negeri 1 Kalinyamatan tampil menonjol dengan melibatkan sebanyak 27 siswa dalam prosesi budaya tersebut. Keterlibatan siswa tidak hanya sebagai pemeran pendukung, tetapi juga pada peran sentral seperti tokoh Ratu Kalinyamat, penari obor, hingga tim tata rias resmi yang dipercayakan kepada siswa Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut.
Ketua Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Fitria Stiyani, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Nastiti Arumsari, S.Pd., mewakili Kepala SMKN 1 Kalinyamatan Nur Sufa’an, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan siswa merupakan implementasi nyata pembelajaran berbasis pengalaman.
“Anak-anak tidak hanya belajar teknik, tetapi juga manajemen waktu, kerja tim, hingga memahami pakem budaya. Ini pengalaman lapangan yang tidak mereka dapatkan di kelas,” ujar Fitria saat ditemui di SMKN 1 Kalinyamatan, Rabu (4/2/2026).

Tokoh utama Ratu Kalinyamat dalam Pesta Baratan 2026 diperankan oleh Efel Aprilia Maharani, siswi kelas XII Busana 1. Efel terpilih setelah melalui proses seleksi ketat yang melibatkan kandidat dari berbagai sekolah di wilayah Kalinyamatan. Penampilannya dinilai mampu merepresentasikan keteguhan dan kewibawaan sang pahlawan wanita.
Untuk mendalami peran tersebut, Efel menjalani tirakat berupa puasa dan doa sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sakral tokoh yang diperankannya. Pendalaman karakter ini tercermin dari ekspresi dan pembawaan saat tampil di atas panggung.
Di kesempatan yang sama, Nastiti Arumsari menyampaikan rasa bangga atas kontribusi siswa SMKN 1 Kalinyamatan dalam menyukseskan Pesta Baratan 2026. Meski kegiatan berlangsung di tengah hujan dan angin, semangat kebersamaan seluruh tim tetap terjaga hingga akhir acara.
“Kami bangga karena SMKN 1 Kalinyamatan menjadi motor utama dalam perayaan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Jepara, khususnya Kecamatan Kalinyamatan. Ini menjadi bekal penting bagi siswa saat terjun ke masyarakat kelak,” ujarnya.
Keterlibatan aktif SMKN 1 Kalinyamatan dalam Pesta Baratan 2026 menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak keterampilan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga dan menghidupkan warisan budaya lokal sebagai identitas daerah.




