Diskusi Publik “Polemik SDN Pondok Cina 01” Hasilkan Enam Rekomendasi Bagi Pemkot

by Redaksi
0 Komentar 491 Pembaca

Ketua panitia dan nara sumber

SWARA PENDIDIKAN (DEPOK) – Polemik SDN Pondok Cina 01 terkait penolakan sejumlah orang tua siswa terkait relokasi siswa didik SDN Pondok Cina 01 ke SDN Pondok Cina 03 dan 05 dampak pengalihfungsian lahan sekolah untuk pembangunan Masjid Agung Kota Depok menjadi topik dalam diskusi publik yang bertema “Polemik SDN Pondok Cina 01, Dinamika dan Solusi” yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Pembangunan Depok (LKPD) di RM Soto Betawi, Kalimulya Depok. Jumat (25/11/22).

Diskusi publik yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, OKP, Ormas, LSM dan aktifis Depok, menghadirkan tiga narasumber. Dosen dan Pengamat Kebijakan Publik, Aris Munandar, Pemerhati Pendidikan, Rasikin Bin Ridwan, serta Ketua PWI Depok, Rusdy Nurdiansyah, dipandu oleh Putra Gara sebagai moderator.

Ketua penyelenggara diskusi publik, Kasno menegaskan hasil diskusi ini menyimpulkan bahwa sejumlah OKP, Ormas, tokoh masyarakat dan warga tetap menghendaki bahwa pembangunan masjid Agung yang nantinya akan dibangun diatas lahan SDN Pondok Cina 01 tetap harus berjalan.

Kedua, merger atau relokasi SD Pondok Cina 01 ke SDN Pondok Cina 3 dan 5 tetap berjalan.

“Kami menghimbau kepada pihak-pihak yang sengaja mempolitisasi atau menunggangi terkait dengan polemic SDN Pondok Cina 01, tolong sadarlah bahwa kita berkeinginan membangun Kota Depok yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu hasil diskusi publik ini merekomendasikan enam poin penting sebagai solusi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

  1. Lakukan pendekatan humanis oleh para guru mendatangi rumah siswa dan menjemput siswa agar bersekolah di sekolah yang sudah disediakan di SDN Pocin 3 dan 5. Kehadiran para siswa bersekolah juga terkait dengan semakin dekatnya ujian semester. Para siswa pasti kangen sekolah dan kangen bertemu gurunya.

 

  1. Sebaiknya Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengundang ke Balai Kota Depok para ortu yang kontra pelaksanaan relokasi, beri penjelasan dan pengertian serta dengarkan keluh kesah mereka.

 

  1. Kesbangpol Depok lakukan pendekatan humanis oleh LPM, RT, RW, Lurah dan camat mendatangi rumah para ortu untuk memberikan penjelasan agar anak-anaknya kembali bersekolah.

 

  1. Diskominfo Depok lakukan jumpa pers terbuka untuk penyampaian informasi secara lengkap, kronologis rencana relokasi dan pembangunan masjid, sehingga informasi yang didapat para awak media tidak sepotong-sepotong sehingga pemberitaan menjadi terkonfirmasi, tidak sepihak.

 

  1. Pemkot Depok harus tetap menjaga kondusifitas dengan terus berkoordinasi dengan seluruh komponen, dengan Forkompinda dan aparat kepolisian.

 

  1. Para anggota DPRD semestinya memberikan pencerahan, mencerdaskan, mendukung kebijakan pemerintah dan selanjutnya melakukan pengawasan, jangan malah seperti ‘mengkompori’ dan jadikan siswa ‘tameng’ atau korban untuk ambisi politik. (gus)

Baca juga

Tinggalkan Komentar