• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Saturday, January 3, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Disdik Depok Akan Bangun 7 SMP Rintisan Baru Antisipasi PPDB 2021

by SWARA PENDIDIKAN
20 August 2021
in BERITA UTAMA, Klik Pendidikan
0
Disdik Depok Akan Bangun 7 SMP Rintisan Baru Antisipasi PPDB 2021

(Dok. SP)

(Dok. SP)

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2021 sudah dibuka. Sesuai peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2021, ada beberapa jalur penerimaan yang dapat ditempuh calon peserta didik baru.

Jalur zonasi menjadi salah satu jalur yang memiliki proporsi kuota terbesar hingga 50 persen untuk jenjang SMP dan SMA. Namun aturan zonasi ini kerap menimbulkan masalah lantaran jumlah sekolah negeri yang masih minim. Sebut saja di Depok misalnya.

Data Dinas Pendidikan Kota Depok mencatat, setiap tahunnya ada sekira 36 ribu lebih lulusan SD, sementara jumlah SMP Negeri di Depok  hanya ada 26 SMP Negeri dan 15 SMA saja ditambah 4 SMK Negeri.

Mirisnya bukan hanya tidak merata, tetapi juga timpang jumlahnya dengan lulusan SD di 11 kecamatan. Artinya setiap tahun lulusan SD di Depok yang berkesempatan mengenyam pendidikan di SMP Negeri jumlahnya tidak kurang dari 7 ribu siswa saja.

BACA JUGA

Kasus Tawuran Nasional Meningkat, Depok Diminta Perkuat Pencegahan di Sekolah

H+3 Natal, Jasa Marga Catat 200.311 Kendaraan Masuk Jabotabek

Dua Tahun Mandek, LBH Aktivis Pers Dorong Penanganan Kasus di Polres Depok

KOAT Coffee Masih Beroperasi Meski Disegel, Cahyo P. Budiman Pertanyakan Ketegasan Pemkot

Untuk mengantisipasi pemerataan pendidikan khususnya mengisi ketersediaan sekolah yang belakangan ini kerap dikeluhkan masyarakat, khususnya saat zonasi PPDB. Disdik Kota Depok akan membangun tujuh rintisan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru.

Tujuh sekolah rintisan tersebut antara lain,

  1. SMP 27 Cimanggis (PPDB di SMPN 7 belajar di SDN Pasir Gunung Selatan 3)
  2. SMP 28 Cimanggis (PPDB dan belajar di SMPN 8)
  3. SMP 29 Cipayung (PPDB dan tempat di SMPN 9)
  4. SMP 30 Panmas (PPDB di SMPN 19 belajar di SDN Depok Baru 5)
  5. SMP 31 Cilodong (PPDB dan belajar di SMPN 6)
  6. SMP 32 Sukmajaya (PPDB di SMPN 4 belajar di SDN Mekarjaya 6)
  7. SMP 33 Sukmajaya (PPDB dan belajar di SMPN 3)

Kabar dibangunnya tujuh rintisan SMP baru itu juga sudah tersebar dikalangan sekolah swasta di Depok.

Ketua Yayasan Peduli Guru Kita (Pegita), Ali Wartadinata yang dikonfirmasi Swara Pendidikan, mengaku juga sudah mendengar kabar tersebut.

“Iya saya juga sudah mendengar dari sejumlah guru swasta. Namun saya belum tahu persisnya. Baru besok saya akan cari tahu kebenaran kabar tersebut,” ujar Ali Wartadinata. Rabu (9/6/21) malam.

Ali sendiri juga mengaku cukup terkejut dengan rencana disdik membangun tujuh rintisan SMP baru disejumlah titik.

Pasalnya menurut dia pendirian sekolah negeri yang tiba-tiba itu apakah sudah difikirkan matang-matang rencana strategisnya.

Termasuk juga pendanaan dan program-program pemerintah Kota Depok secara jangka panjang.

Misalnya, pembiayaannya, infra strukturnya, sarana prasarananya, guru-gurunya, dan juga biaya gurunya.

“Semua itu kan ditanggung pemerintah. Termasuk juga guru honorer yang ada di sekolah negeri tersebut. Nah, apakah pemerintah Kota Depok sudah menyiapkan anggaran yang memenuhi dan mencukupi semua kebutuhan operasional tersebut,” papar Ali.

“Kalau belum ada perencanaan yang matang, dikhawatirkan sekolah-sekolah baru itu justru malah membebankan kepada orang tua murid baru. Ini kan jadi problem juga nantinya,” imbuh Ketua Pegita Depok.

Dampak lain dari adanya sekolah negeri baru imbuhnya, tentunya juga akan berimbas bagi sekolah-sekolah swasta. Khususnya sekolah negeri yang berdekatan dengan sekolah swasta, pasti akan terimbas secara langsung.

Karena itu tentunya ini perlu kerja keras bagi sekolah swasta untuk meningkatkan kualitasnya. Artinya, kalau mau tetap diminati masyarakat, sekolah swasta harus punya kualitas, punya ciri khas tersendiri.

“Memang tidak dipungkiri, secara garis besar masyarakat sekarang lebih condong memilih sekolah negeri dibanding swasta. Sebab seluruh pembiayaan di sekolah negeri ditanggung oleh pemerintah alias gratis . Apalagi dimasa sulit seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin yang dikonfirmasi Swara Pendidikan terkait benar tidaknya informasi pendirian tujuh rintisan SMP baru disejumlah wilayah melalui pesan whatsapp, dibalas singkat, “Darimana itu mas?” dan belum bersedia menjawab. (Agus)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Kasus Tawuran Nasional Meningkat, Depok Diminta Perkuat Pencegahan di Sekolah
EDU INFO

Kasus Tawuran Nasional Meningkat, Depok Diminta Perkuat Pencegahan di Sekolah

by SWARA PENDIDIKAN
3 January 2026
0
0

  Swara Pendidikan (Depok) — Tren kenakalan remaja di Indonesia...

Read more
H+3 Natal, Jasa Marga Catat 200.311 Kendaraan Masuk Jabotabek

H+3 Natal, Jasa Marga Catat 200.311 Kendaraan Masuk Jabotabek

31 December 2025
0
Dua Tahun Mandek, LBH Aktivis Pers Dorong Penanganan Kasus di Polres Depok

Dua Tahun Mandek, LBH Aktivis Pers Dorong Penanganan Kasus di Polres Depok

31 December 2025
0

KOAT Coffee Masih Beroperasi Meski Disegel, Cahyo P. Budiman Pertanyakan Ketegasan Pemkot

31 December 2025
0

Tim Relawan Bencana Kecamatan Nalumsari Dikukuhkan

30 December 2025
0

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan Depok: Perlukah Kebijakan Rombel SMA–SMK hingga 50 Siswa Dievaluasi?

30 December 2025
0
Next Post
Supariyono : Penambahan SMP Negeri Baru, Bukan Solusi

Supariyono : Penambahan SMP Negeri Baru, Bukan Solusi

https://datapers.dewanpers.or.id/media/certificate

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In