Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PDIP, Yuni Indriyani, melakukan kunjungan langsung ke SDN Pengasinan 03 yang berlokasi di Kecamatan Sawangan, Kota Depok, pada Selasa (5/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka reses sekaligus menindaklanjuti laporan pihak sekolah terkait keterbatasan ruang kelas.
Didampingi Kepala SDN Pengasinan 03, Yogi Suprayogi, Yuni melihat langsung kondisi sekolah yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius, terutama pada ketersediaan ruang belajar. Berdasarkan laporan kepala sekolah, jumlah siswa di SDN Pengasinan 03 hampir mencapai 500 siswa, sementara ruang kelas yang tersedia baru 9 rombongan belajar (rombel) dari kebutuhan ideal sekitar 18 ruang kelas.
“Kebetulan DPRD sedang reses, minggu ini saya melakukan kunjungan langsung ke SDN Pengasinan 03 di dapil saya. Kami menerima laporan dari kepala sekolah bahwa mereka membutuhkan perhatian karena jumlah siswa hampir 500, sementara ruang kelas yang tersedia masih sangat kurang,” ujar Yuni saat meninjau lokasi sekolah.
Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan pelayanan dasar yang harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, kenyamanan dan kelayakan fasilitas belajar sangat penting dalam mendukung proses pembentukan generasi penerus bangsa.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, karena pendidikan adalah pelayanan dasar yang penting. Di sinilah kita membangun generasi penerus, jadi sekolah harus layak dan nyaman untuk anak didik,” tambahnya.
Yuni juga menyampaikan bahwa upaya pemenuhan kebutuhan pembangunan ruang kelas akan diupayakan melalui berbagai sumber anggaran, baik dari Pemerintah Kota Depok, bantuan provinsi, maupun pemerintah pusat.
“Kalau memang dari Kota Depok belum cukup, kita bisa minta bantuan provinsi atau pusat. Apapun akan kita upayakan untuk mendukung pendidikan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Pengasinan 03, Yogi Suprayogi, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap aspirasi pihak sekolah dapat segera ditindaklanjuti mengingat kondisi ruang belajar yang saat ini masih jauh dari ideal.
“Ini salah satu ikhtiar kami untuk mendapatkan bangunan yang layak karena kondisi masih memprihatinkan. Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan bisa didengar dan direalisasikan, karena saat ini baru tersedia 9 lokal, sedangkan yang dibutuhkan 18 ruang kelas,” pungkasnya. (Dib)

























