Beranda » Jabodetabek » Bogor » BM-ONE MENUJU ADIWIYATA MANDIRI

BM-ONE MENUJU ADIWIYATA MANDIRI

by Redaksi
0 comment 92 Pembaca

Swara Pendidikan.co.id (BOGOR) – Setelah meraih penghargaan dari menteri Lingkungan hidup sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional pada 2018 lalu, SMAN 1 Babakan Madang Kabupaten Bogor, terus berupaya meningkatkan prestasi agar dapat meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri.

Untuk menuju Adiwiyata Mandiri, ada beberapa hal  yang membedakan dengan Adiwiyata tingkat Nasional. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Babakan Madang, Mel Winda Fitri, saat ditemui Swara Pendidikan di SMAN 1 Babakan Madang. Selasa (18/2/20)

“Sekolah harus memiliki minimal 3 Sekolah binaan. Pihak Sekolahpun membina itu harus ada bukti, mulai dari bukti kesepakatan (MoU), penyuluhan, mensuport apa yang dibutuhkan sampai akhirnya Sekolah-sekolah binaan itu meraih predikat adiwiyata Kabupaten,” paparnya

Adapun inti dari program Adiwiyata itu, Menurut Mel Winda,  yang pertama adalah mengurangi sampah, terutama sampah plastik. Dan untuk mengurangi sampah itu tidak hanya guru dan siswa saja, pihak kantin dan juga orangtua harus terlibat.

“Jika sudah tumbuh kepedulian, imbasnya itu harus membudaya dilingkungan sekolah sampai akhirnya terbawa kelingkungan rumah, lebih jauh dimasyarakat.” ungkaprnya

Mel Winda menambahkan, sebagai upaya membentuk kebiasaan, sekolah membuat aturan.

“Kami wajibkan bawa thumbler tempat air minum dan juga kami melarang kantin menjual banyak air minum kemasan plastik,” katanya.

Yang kedua, lanjutnya. Mengolah sampah organik menjadi kompos melalui prosedur yang benar mulai dari memilah, menampung, dan mengolahnya.

“Semua itu tidak hanya di lisankan saja, tapi semua harus terprogram dengan baik. Terintegrasi kesemua bidang, baik bidang mata pelajaran, kegiatan eskul, dan lain-lain,” jelasnya

Kemudian, Mel Winda melanjutkan Sebagai bukti terintegrasi itu harus  ada bentuk administrasi perencanaannya, atau kalau di Sekolah disebut RPP.

Dia berharap pada semua keluarga besar SMAN Babakan Madang untuk terus menutupi apa yang dirasa masih kurang dalam memenuhi kriteria Adiwiyata mandiri.

“Dari apa yang sudah kami lakukan, Saya optimis pada tahun ini, SMAN 1 Babakan Madang lolos verifikasi dan bisa meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri,” pungkasnya (Nurjaya)

Tinggalkan Pesan

Artikel Terkait