Aku menanggalkan nama-nama
Seperti pakaian yang tak lagi perlu
Tanah ini tak menanyakan asal-usul
Ia hanya mengenali tapak kaki
Yang datang dengan diam
Perempuan Baduy
Menyimpan matahari pada lipatan kainnya
Tenun itu bukan sekadar warna
Ia doa yang disulam perlahan
Agar dunia tak hilang
Oleh tergesa-gesa
Aku belajar dari ladang
Yang tak rakus pada hasil
Padi tumbuh tanpa riuh
Sebab alam tak pernah berteriak
untuk diakui
Di sini, kata-kata
tidak berlomba menjadi benar
Diam lebih tua dari hukum
Kesetiaan adalah cara paling lenyi
Untuk melawan lupa
Baduy
Kau mengajarkan
Menjaga lebih sulit daripada memiliki
Bahwa pulang
bukan soal jarak
Itu keberanian
Untuk tidak mengubah
Apa yang telah cukup
Aku pergi dengan langkah ringan
Sebab sebagian diriku
Dititipkan pada hutan, sungai, dan adat
Tak ingin disematkan
Hanya ingin
dihargai
15.01.2026
Rissa Churria : pendidik, penyair, esais, dan pelukis. Menerbitkan 16 buku fiksi dan non fiksi serta lebih dari 150 antologi bersama penyair dalam dan luar negeri.




