• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Saturday, February 14, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

‎Aku Masih Mengajar

Cerpen karya: Amr.As

by SWARA PENDIDIKAN
6 February 2026
in Ruang Sastra, Cerpen
3
‎Aku Masih Mengajar
        

‎‎Namaku Siti Nur Azizah (47)
‎Dua puluh lima tahun aku berdiri di depan papan tulis di sebuah SD negeri pinggir kota. Aku bukan guru di daerah terpencil, bukan pula yang sering disebut dalam laporan keberhasilan. Aku hanya guru honorer yang masih belajar bertahan.
‎
‎Setiap pagi aku mengikat jilbabku di depan cermin retak rumah kontrakan kecil. Anak bungsuku sering memeluk kakiku sambil bertanya,
‎“Bu, hari ini pulang jam berapa?”
‎Aku tersenyum dan menjawab,
‎“Seperti biasa, Nak. Doakan ibu, ya.”
‎Di sekolah, murid-murid menyambutku dengan suara riang.
‎
‎“Assalamu’alaikum, Bu Nur!”
‎Suara itu selalu menguatkanku, meski kadang perutku mengajar dalam keadaan lapar.
‎
‎Suatu hari, seorang muridku menarik ujung bajuku.
‎
‎“Bu, kalau besar nanti aku mau jadi orang penting biar bisa bikin ibu-ibu guru senang,” katanya polos.
‎Aku tertawa kecil, mengusap kepalanya.
‎“Jadilah orang baik dan jujur dulu, Nak. Itu yang paling penting.”
‎
‎Aku tak pernah bilang pada mereka bahwa aku menjahit baju sampai larut malam. Bahwa kadang aku menghitung uang dengan cemas, memastikan cukup untuk membeli beras dan buku tulis anak-anakku. Sejak ayah mereka berpulang, aku belajar kuat dalam diam.
‎
‎Ketika kabar itu datang aku diangkat menjadi PPPK paruh waktu aku pulang dengan mata berbinar. Anak-anakku memelukku.
‎
‎“Alhamdulillah, Bu,” kata anak sulungku.
‎Aku mengangguk, menahan harap agar tak terlalu tinggi.
‎
‎Namun tak lama kemudian aku mendengar kabar lain.
‎Ada program baru.
‎
‎Ada pegawai yang langsung menjadi PPPK penuh waktu, bahkan PNS.
‎
‎Malam itu, anak-anakku tertidur. Mesin jahit berhenti. Aku duduk sendirian, memandangi kain seragam sekolah yang belum selesai. Benang terlepas dari jarum.
‎
‎Dalam diam aku bertanya:
‎Apakah kami benar-benar terlihat?
‎Apakah tangan yang mengajarkan huruf dan angka ini tak cukup berjasa?
‎Air mata jatuh tanpa suara.
‎Yang paling menyakitkan bukanlah tentang jabatan.
‎Melainkan bayangan suatu hari nanti
‎Aku harus berdiri memohon kebijakan di hadapan orang yang dulu aku ajari mengeja namanya sendiri, harus berhadapan pada anak-anak yang dulu kupandu membaca?
‎
‎Sedih ku bukan karena aku ingin dihormati, tapi karena aku ingin diakui telah berjuang bersama.
‎
‎Keesokan paginya aku kembali ke kelas.
‎Seorang murid menghampiriku dan berkata pelan,
‎“Bu, ibu guru itu pahlawan, ya?”
‎Aku terdiam, lalu mengangguk.
‎
‎Aku mungkin bukan siapa-siapa di atas kertas kebijakan.
‎
‎Tapi di ruang kelas kecil ini, aku masih dibutuhkan.
‎
‎Dan selama masih ada anak-anak yang memanggilku Bu Guru dengan mata berbinar,
‎aku akan tetap datang,
‎tetap mengajar,
‎dan tetap percaya
‎bahwa tak satu pun doa guru yang sia-sia.

Cerpen karya: Amr.As
Nama pena: arshanda ceria

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BACA JUGA

Cerpen – Janji yang Tuntas di Hadapan Surga (Part 4-Tamat)

Cerpen – Cahaya Setelah Luka (Part 3)

CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

Cerpen – SAAT HUJAN SORE INI…

BeritaTerkait

Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)
Ruang Sastra

Cerpen – Janji yang Tuntas di Hadapan Surga (Part 4-Tamat)

by SWARA PENDIDIKAN
25 January 2026
1
0

Oleh : Amr Assadillah

Read more
Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)

Cerpen – Cahaya Setelah Luka (Part 3)

23 January 2026
0
CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

21 January 2026
0

Cerpen – SAAT HUJAN SORE INI…

21 January 2026
0

BADUY

20 January 2026
0

Cerpen – Air Mata di Balik Ketegaran (Part 2)

16 January 2026
0
Next Post
Menikmati Interkultur Kinder Jungenliteratur  “Gerbang Kabut dan Peta Rahasia”

Menikmati Interkultur Kinder Jungenliteratur "Gerbang Kabut dan Peta Rahasia"

Comments 3

  1. mamah Izi says:
    6 days ago

    Terjawab, terkisah juga .. cerita guru honorer 👍🏻🥹
    😭😭😭😭 hampir sama dengan “..”??
    Tapi dalam doa semoga harapan ku di Ijabah Allah Aamiin… 🤲🏻

    Reply
  2. Aneeta says:
    6 days ago

    Guru dalam pintanya tak pernah luput dari doa agar muridnya senantiasa dalam kebaikan dan kebermanfaatan ilmu, menjunjung adab dan kepatuhan ibadah.

    Reply
  3. Eva Rahmawati says:
    6 days ago

    Mewakili sekali Pak….

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id