Swara Pendidikan (Depok) — Perayaan Lebaran Depok 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat, tetapi juga momentum pelestarian budaya Betawi Depok, terutama melalui tradisi kuliner khas daerah tersebut. Salah satu sosok penting di balik kelancaran penyajian konsumsi dalam acara itu adalah Tukang Pangkeng.
Heny Herawati selaku PIC Tukang Pangkeng mengatakan, tugas Tukang Pangkeng mencakup pengaturan penyediaan, penataan, hingga pendistribusian makanan dan minuman selama rangkaian acara berlangsung.
“Tukang Pangkeng bertanggung jawab memastikan seluruh kebutuhan konsumsi tamu dan masyarakat terpenuhi selama perayaan Lebaran Depok,” ujar Heny. Sabtu (9/5/26)

Ia menjelaskan, peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyajian makanan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi kuliner khas Betawi Depok agar tetap lestari. Para petugas bekerja sama dengan panitia pelaksana dan juru masak untuk menyiapkan hidangan bagi ribuan pengunjung yang hadir.
Dalam tradisi Betawi Depok, istilah “pangkeng” juga memiliki makna adat yang berkaitan dengan penyajian makanan khas pada ancak atau tempat khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan tamu.
Selain itu, perayaan Lebaran Depok turut menghadirkan tradisi Ambeng atau Makan Ambengan. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Betawi Depok.
Dalam pelaksanaannya, warga duduk bersama sambil menikmati hidangan yang disajikan dalam satu wadah besar. Tradisi itu mencerminkan nilai gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan yang terus dijaga turun-temurun oleh masyarakat.
Pemerintah dan masyarakat setempat berharap berbagai tradisi dalam Lebaran Depok dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya lokal sekaligus daya tarik wisata budaya di Kota Depok. (Amr)

























