Swara Pendidikan (Depok) – Sekolah Alam Indonesia (SAI) Meruyung kembali menghadirkan ajang tahunan bertajuk Festival Film SALIM #03, sebuah perayaan puncak pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang menampilkan karya film siswa di layar lebar. Kegiatan ini digelar di CGV Depok Town Center dan dihadiri lebih dari 700 pengunjung, terdiri dari siswa, guru, serta orang tua.
Mengusung tema “Symphony of The Universe (A Soul Designed by Allah & Lost in the Beauty of Nature)”, festival ini menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus refleksi mendalam atas proses belajar siswa tentang alam dan kehidupan. Melalui film dokumenter maupun naratif, para siswa menghadirkan kisah autentik perjalanan belajar mereka—mulai dari eksplorasi lingkungan hingga penanaman nilai kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini mencerminkan filosofi pendidikan Sekolah Alam Indonesia yang menjadikan alam sebagai laboratorium utama pembelajaran. Tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, siswa juga didorong untuk mengembangkan karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman nyata di lapangan.
Dalam festival tersebut, berbagai karya film dari jenjang TK hingga SD berhasil memukau penonton. Beberapa di antaranya adalah Hewan Ternakku (TK A), ZURI: Raja Bising dan Kota Sunyi (SD 1), Our Season, Our Life (SD 2), Rahasia dan Harapan dari Pulau (SD 3), Discovering the Earth’s Story of Geopark Kebumen (SD 4), serta Sang Penjaga Bumi (SD 5).
Rangkaian acara berlangsung meriah sejak pagi hari, diawali dengan sesi red carpet & appreciation, dilanjutkan pawai siswa, hingga puncaknya gala screening di studio CGV. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa, karena karya mereka dapat ditampilkan dan diapresiasi di ruang publik profesional. Tak hanya itu, pengalaman ini juga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan atas proses belajar yang telah mereka lalui.
Lebih dari sekadar pemutaran film, Festival Film SALIM #03 menjadi wadah kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan yang holistik dan bermakna. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi praktik pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai proses, pembentukan karakter, serta kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Sebagai bagian dari gerakan pendidikan Sekolah Alam Indonesia sejak 1998, SAI Meruyung terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis alam, pengalaman nyata, dan penguatan karakter kepemimpinan. Berdiri sejak 2012 di Depok, SAI Meruyung menjadi salah satu unit yang aktif mengembangkan model pendidikan kontekstual yang menyenangkan dan relevan dengan tantangan zaman, termasuk melalui karya kreatif seperti Festival Film SALIM ini. (SP)

























