Swara Pendidikan (Jepara) – Peringatan Hardiknas hanya sekedar momentum, tapi dibalik Momen merupakan wujud peninjauan terhadap kinerja kita di bidang pendidikan. Momentum sangat baik digunakan untuk saling mengevaluasi, saling mengingatkan untuk pendidikan ke arah yang lebih baik lagi.
Hal tersebut disampaikan Ratib Zaini, A.P., M.Si. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara usai melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ia juga menyebut, dari sambutan Bupati Jepara, Pendidikan di Jepara progresnya baik dan meningkat, tentunya ini tugas berat kami untuk mempertahankan, apalagi jika lebih meningkatkan apa yang sudah baik ini.
“Bagi kami yang sudah baik ini sama – sama kita pertahankan. Baik kepribadiannya, baik kemampuan berhitungnya, baik kemampuan anak anak di numorasinya, baik penghargaan anak terhadap sesama, menghargai kebhinekaannya, serta bersama – sama dalam menjaga lingkungannya,” terang Ratib Zaini usai upacara peringatan Hardiknas di lapangan SMAN 1 Jepara, Senin (4/5/26).
Ia menekankan yang utama adalah pendidikan karakter, karena pintar itu harus dibarengi dengan pendidikan karakter. Terutama di faktor kebhinekaan, dan faktor keamanan lingkungan. Dan Alhamdulillah di Jepara, di pendidikan karakter di raport nilainya hijau semua, baik di SD maupun SMP. Artinya itu sudah on the track tinggal kita mempertahankan saja.
“Pendidikan kita ini nilainya 82,47. Artinya sudah tuntas madya, tuntas utama, baru paripurna. Jadi tuntas madya itu antara 21-90, tuntas utama 90-99, dan paripurna itu mencapai 100,” terang Ratib.
Berbicara karakter anak tidak terlepas dari Pancasila, implementasi dari sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa, Dimana ada sekitar 312 Sekolah Dasar (SD) telah melaksanakan sholat Duha secara berjamaah, dan doa bersama, tentu akan menambah keimanan anak meningkat. Lalu ada sila kedua terkait kemanusiaan, diajarkan bagaimana menghargai antar siswa satu dengan yang lainnya. Yang intinya semua nilai Pancasila telah dilaksanakan dalam satuan pendidikan.
Ditambahkannya, Pendidikan tidak akan berhasil ketika orang tua dirumah tidak turut mengajari, disekolah guru tidak membimbing dan pemerintah tidak menyediakan, Ketiga komponen ini harus ada agar dapat bersinergi.
“Tentu Kami perlu masukan dan saran, dan tidak mungkin kami berjalan sendiri. Agar dunia pendidikan dapat melejit lebih maju,” pungkas Ratib.
(Once)

























