Swara Pendidikan (Jepara) – Kreativitas siswa SMP Negeri 5 Jepara kembali mencuri perhatian. Melalui Bank Sampah Permataku, sekolah ini sukses memborong dua penghargaan dalam ajang kreativitas lingkungan tingkat Kabupaten Jepara yang digelar di Jepara Ourland Park (JOP), Sabtu (25/4/2026).
Dalam kompetisi tersebut, SMPN 5 Jepara berhasil meraih Juara 2 Lomba Fashion Show 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta Juara 3 Lomba Melukis Tempat Sampah. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa limbah dapat diolah menjadi karya seni bernilai tinggi.
Pada kategori Fashion Show 3R, tim SMPN 5 Jepara menampilkan karya bertajuk “Jejak Indah dari Sampah”. Gaun unik ini diperagakan oleh Ananda Naura Nadhifa Irvan, siswi kelas 8D, yang tampil anggun di atas panggung catwalk.
Busana tersebut dirancang dengan detail yang mengagumkan. Rok panjangnya tersusun dari 288 lembar karung beras bekas yang dirangkai rapi hingga menjuntai elegan. Bagian dada dan kepala dihiasi 15 helai sampah plastik kresek warna kuning yang dipotong dan dirajut dengan lembut untuk memberikan kesan tenang bak bunga teratai, menghadirkan kesan lembut dan menenangkan. Sementara itu, 440 sedotan plastik dirangkai dengan ketelitian tinggi sebagai hiasan di bagian depan, pinggang, hingga sekeliling rok, disusun menjadi ornamen yang mempercantik tampilan gaun, memberikan sentuhan ceria sekaligus artistik.
Tak hanya di panggung peragaan busana, kreativitas siswa juga terlihat dalam lomba melukis tempat sampah. Mengusung tema “Ibu Bumi”, karya tersebut menampilkan sosok perempuan bernuansa hijau yang melambangkan kesuburan alam serta harapan akan keseimbangan ekosistem.
Keunikan lukisan ini terletak pada penggunaan teknik mozaik dari limbah kemasan jajanan yang disusun menjadi ornamen kupu-kupu berkilau. Pesan kuat juga disampaikan melalui tulisan “Sampahmu” dan simbol 3R, yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah.
Kepala SMPN 5 Jepara, Edy Suyanto, M.Pd, mengapresiasi kerja keras para siswa dan tim pembimbing. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai hasil dari kolaborasi dan semangat kreatif yang terus didorong di lingkungan sekolah. Dukungan juga datang dari Waka Kesiswaan Lina Listyaningrum, M.Pd, serta Ketua Bengkel Kreasi Muhammad Asro, S.Pd.I, yang aktif membina siswa dalam mengolah limbah menjadi karya bernilai.
Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat luas. Bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan peluang untuk menciptakan karya yang bermanfaat sekaligus bernilai estetika.
(N. Andika)



















