Swara Pendidikan (Jepara) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD di Kabupaten Jepara merupakan langkah yang sangat strategis, terutama karena ini menjadi momentum perdana dalam mengukur standar kualitas pendidikan di wilayah khususnya Jepara sesuai dengan regulasi terbaru dari Kementerian.
Hal tersebut disampaikan Sucipto, S.Pd., M.Pd., Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kabupaten Jepara, Kamis (23/4/26). Sebagai representasi dari K3S ada beberapa pandangan mengenai kebijakan TKA, diantaranya Standarisasi Mutu yang Objektif. TKA memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai capaian kompetensi siswa di seluruh kecamatan di Kabupaten Jepara. Selama ini, variasi kualitas antar-sekolah mungkin cukup lebar. Dengan tes ini, kita mendapatkan peta mutu yang nyata, sehingga kebijakan peningkatan kualitas guru atau sarana prasarana ke depannya bisa lebih tepat sasaran (berbasis data).
“Penyelarasan dengan Kurikulum Merdeka, Pelaksanaan ini selaras dengan semangat literasi dan numerasi dalam Kurikulum Merdeka. Fokus TKA bukanlah sekadar menghafal materi, melainkan bagaimana siswa mampu menalar dan memecahkan masalah,” ujar Sucipto kepada Swara Pendidikan diruang kerjanya. Kamis (23/4/26).
Ia menilai, program TKA mendorong guru-guru Sekolah Dasar SD untuk beralih dari metode ceramah menuju metode pembelajaran mendalam (deep learning), agar siswa lebih siap menghadapi asesmen standar nasional.
“Ini baru pertama kali dilakukan, perlu uji kesiapan adminitrasi dan infrastruktur, dan ini momen ujian bagi para tenaga pendidik, terutama dari segi kesiapan tekhnis, Integritas, dan menjadi bahan evaluasi K3S,” imbuhnya.
Dikatakannya, Bagi kami di K3S, hasil TKA ini bukan untuk menghakimi sekolah mana yang pintar atau kurang, melainkan sebagai bahan diskusi kolektif, Sekolah dengan nilai tinggi dapat membagikan praktik baiknya (best practice) kepada sekolah lain, sehingga semangat studi tiru antar-sekolah di Jepara bisa terwujud.
Ia menuturkan, untuk Sarpras pelaksanaan TKA pada umumnya tidak ada kendala, namun di Karimunjawa terutama di pulau Nyamuk, Pulau Parang, Pulau Genting, terkendala jika hujan internet mati, hingga pelaksanaan TKA menjadi mundur dari jadwal.
Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) terus mengalami transformasi, terutama dengan adanya integrasi teknologi dan perubahan paradigma pendidikan. Harapan untuk saat ini dan masa depan berfokus pada aspek keadilan, akurasi pengukuran, dan relevansi terhadap kebutuhan zaman.
“TKA kedepan agar lebih ramah terhadap keragaman kondisi peserta, Aksesibilitas bagi Disabilitas, Tersedianya format tes yang mendukung. TKA adalah terciptanya sistem ujian yang tidak hanya valid secara akademik, tetapi juga manusiawi dan memberdayakan potensi setiap individu secara adil,” pungkas Sucipto. (Andrie Once)




