Swara Pendidikan (Jepara) – Ada yang berbeda dari atmosfer peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Mayong tahun ini. Alih-alih terjebak dalam keriuhan seremoni pakaian adat semata, sekolah ini justru memilih menelusuri jejak pemikiran sang pejuang emansipasi melalui tema besar: “Elegan dalam Sikap, Tangguh dalam Prinsip: Warisan Kartini untuk Generasi Kini.”
Pesan tersebut ditegaskan oleh Aries Anisa, S.Pd.Si., M.Pd., dari tim kurikulum sekolah. Baginya, tantangan perempuan modern saat ini bukan lagi soal akses pendidikan, melainkan bagaimana memiliki wawasan yang luas dan kedalaman berpikir. Aries menekankan bahwa sekolah ingin membentuk siswi yang “melek” dunia, karena peran mereka di masa depan sangat krusial sebagai pendidik pertama dalam keluarga.
Semangat untuk terus berkembang atau upgrade diri menjadi ruh utama dalam berbagai kegiatan, termasuk kompetisi teatrikal perjuangan Kartini yang digelar antar kelas. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk tidak hanya melihat Kartini sebagai sosok di masa lalu, tetapi sebagai teladan hidup yang memiliki kemauan kuat untuk berdampak bagi lingkungan sekitar melalui kedisiplinan dan karakter yang kokoh.

Keberhasilan pola pendidikan karakter di SMPN 1 Mayong ini bukanlah sekadar teori. Waka Kurikulum, Marfitriati, S.Pd., yang telah menyaksikan dinamika sekolah selama 20 tahun, memberikan bukti nyata melalui profil para alumni. Banyak dari lulusan sekolah ini yang kini telah menempati posisi strategis, mulai dari pengajar hingga menjadi pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.
Sebagai bekal bagi para siswi menghadapi tantangan zaman, SMPN 1 Mayong menanamkan filosofi 3B yang mencakup Brain (kecerdasan kritis), Beauty (kecantikan karakter dari dalam), dan Behavior (etika sosial). Harapannya, para siswi tidak hanya tampil anggun secara visual, namun benar-benar mampu mengaktualisasikan diri secara nyata di tengah masyarakat.
Tujuan akhirnya sederhana namun bermakna: menciptakan generasi perempuan yang cerdas secara intelektual, namun tetap membumi dengan etika dan perilaku yang baik.
(Andrie Once/Andika)




