Swara Pendidikan (Bojongsari, Depok)- Sekolah Al Ma’mun Education Center (AMEC) 3 Serua bersiap menambah mata pelajaran (mapel) budi daya ketahanan pangan untuk kelas VII. Program ini tidak hanya menekankan aspek pertanian, tetapi juga membekali siswa dengan pemahaman jual beli (trading) sebagai bagian dari pembelajaran berbasis kewirausahaan. Hal tersebut disampaikannya Ketua Yayasan AMEC, Ma’mun Ridwan, saat meninjau gedung baru AMEC 3, Rabu (15/4/2026).
“Kami ingin menyiapkan anak-anak agar mencintai Indonesia melalui sektor ketahanan pangan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan mereka. Jika sejak awal diberi pandangan bahwa ketahanan pangan bisa menjadi karier yang menjanjikan, mereka akan lebih tertarik,” kata Ma’mun.
Menurutnya, selama ini keterlibatan generasi muda dalam sektor pangan masih sebatas mengikuti program tanpa memahami manfaat ekonominya. Karena itu, AMEC merancang pembelajaran berbasis business plan agar siswa tidak hanya memahami proses produksi, tetapi juga nilai jual hasil pertanian.
“Kami dorong siswa memahami perencanaan bisnis di bidang ketahanan pangan. Ke depan, sektor ini tidak bisa tergantikan teknologi secara penuh, karena kebutuhan dasar seperti beras dan sayuran tidak bisa disintesis. Di sini siswa menjadi subjek utama, bukan sekadar pelengkap,” jelasnya.
Ma’mun menambahkan, pengenalan ketahanan pangan sebenarnya telah diberikan sejak jenjang sekolah dasar (SD) kelas IV hingga VI. Namun, pada tingkat tersebut siswa baru sebatas mengenal konsep dasar. Sementara di kelas VII, siswa mulai berperan sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam perencanaan, penanaman, perawatan, hingga pemasaran hasil pangan.
Untuk mendukung program tersebut, pihak sekolah telah menyiapkan lahan praktik. Berdasarkan pantauan di lokasi AMEC 3, sejumlah tanaman telah dibudidayakan, termasuk padi yang ditanam dalam pot dari galon bekas dan sudah mulai berbuah. (Dib)




