Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) — SMK Bina Mandiri melaksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada Selasa hingga Rabu, 14–15 April 2026. Sebanyak 164 siswa mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari penilaian akhir kompetensi keahlian.
Pelaksanaan USK dilakukan melalui tiga skema uji kompetensi. Pada tahap awal, siswa telah melaksanakan praktik serta mengerjakan skema mandiri berupa soal-soal dari sekolah yang disusun berdasarkan standar pemerintah sebagai bagian dari Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Selanjutnya, pada 14–15 April, siswa mengikuti skema uji bersama LSP. Adapun skema berikutnya akan dilanjutkan pada pekan depan melalui kerja sama dengan pihak industri.
SMK Bina Mandiri memiliki tiga jurusan, yaitu Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Layanan Kesehatan. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam beberapa sesi sesuai jurusan.

Kepala SMK Bina Mandiri, Emah Setianah, menjelaskan bahwa jurusan DKV dilaksanakan dalam satu sesi dengan satu kelas yang berjumlah 34 siswa dan dilanjutkan keesokan harinya. Jurusan Layanan Kesehatan dibagi menjadi tiga sesi dengan masing-masing sesi diikuti 18 siswa, sementara jurusan TJKT dilaksanakan dalam dua sesi dengan masing-masing 15 siswa, yang juga berlanjut pada hari berikutnya.
Pengawas KCD Wilayah II, Rahmawati, M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan USK sangat penting untuk mengukur kompetensi siswa sebelum lulus. “Kegiatan ini menjadi tolok ukur kemampuan siswa. Selain itu, sertifikat yang diperoleh nantinya berlogo Garuda emas dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan uji kompetensi di SMK Bina Mandiri dinilai konsisten dari tahun ke tahun, termasuk dalam menjaga kualitas pendampingan industri. Kerja sama dengan LSP dinilai berjalan baik, salah satunya melalui kehadiran guru tamu sebagai bentuk kolaborasi konkret dengan asosiasi profesi.
”Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh siswa dapat dinyatakan kompeten sesuai bidangnya, sehingga layak untuk lulus dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,”pungkasnya. (Amr)




