Swara Pendidikan (Bekasi) — Rumah Baca Ceria (RBC) menerima kunjungan mahasiswi STIKES Mitra Keluarga dalam rangka kegiatan wawancara mendalam bersama pendidik dan budayawan, Rissa Churria, pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bukti peran RBC sebagai ruang literasi yang dinamis, sekaligus wadah diskusi yang hidup dan bermakna.
Dalam kegiatan tersebut, Rissa Churria hadir sebagai narasumber utama yang membahas budaya serta tradisi pengobatan masyarakat Jawa. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, mengupas beragam praktik pengobatan tradisional, mulai dari penggunaan ramuan herbal hingga nilai-nilai filosofis yang melatarbelakanginya.
Sejumlah contoh pengobatan tradisional turut dibahas, di antaranya pemanfaatan daun sirih sebagai antiseptik alami, penggunaan sirih cina sebagai tanaman herbal berkhasiat, serta praktik berbasis kepercayaan seperti pemanfaatan plasenta atau tali pusat yang dikeringkan dalam tradisi tertentu di masyarakat Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup dimensi budaya, spiritual, dan filosofi hidup.
Menanggapi pertanyaan mengenai relevansi pengobatan herbal di era modern, Rissa Churria menegaskan bahwa praktik tersebut masih ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan penanganan sederhana saat disengat lebah, yakni dengan menggunakan bawang putih yang digeprek dan ditempelkan pada area yang terkena sengatan sebagai pertolongan pertama.
“Kearifan lokal bukan sekadar tradisi, melainkan pengetahuan yang telah teruji oleh waktu. Ia perlu dirawat, dijaga, dan diwariskan lintas generasi,” ujar Rissa dalam sesi diskusi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga pengingat pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa. Melalui kegiatan tersebut, RBC menegaskan komitmennya sebagai ruang literasi yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga memahami kehidupan, tradisi, dan nilai-nilai budaya masyarakat. (**)
Editor : Nurjaya Saputra




