Swara Pendidikan (Depok)- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Depok, H. Nisar menyoroti proses penataan dan pembinaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kota Depok. Dia menegaskan bahwa pelantikan guru P3K paruh waktu merupakan bagian dari tahapan menuju penetapan status sebagai guru P3K penuh.
“Ini merupakan langkah positif dari pemerintah. Walaupun masih ada keterbatasan kemampuan anggaran, kebijakan ini tetap menjadi bagian dari proses menuju kondisi yang lebih baik bagi kesejahteraan dan kepastian status guru,” kata Nisar saat ditemui tim Swara Pendidikan di Kantor PGRI Kota Depok, Rabu (28/1/2026).
Nisar menekankan pentingnya percepatan penetapan status guru P3K, terutama bagi para guru yang telah lama mengabdi di sekolah-sekolah negeri. Menurutnya, keberadaan guru dengan status yang jelas akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Guru adalah profesi yang sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kami berharap proses pengangkatan P3K bisa dipercepat, baik dari P3K paruh waktu menjadi P3K penuh maupun dari guru honorer menjadi P3K,” tegasnya.
Nisar juga memahami bahwa kebijakan tersebut berada dalam kewenangan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya terkait kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam pembiayaan gaji dan tunjangan.
“Semua tentu harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Namun, kami berharap ada komitmen keberpihakan yang kuat terhadap kesejahteraan guru,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Nisar menyatakan bahwa PGRI Kota Depok tidak membedakan perlakuan terhadap seluruh anggotanya, baik guru PNS, P3K penuh, P3K paruh waktu, maupun guru honorer. Menurutnya, PGRI memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memberikan pelayanan yang adil dan setara kepada seluruh guru.
“Kami tidak pernah memilah maupun memilih. Ketika mereka menjadi anggota PGRI, maka menjadi kewajiban kami untuk melayani sepenuh hati, termasuk membantu teman-teman P3K yang belum ditetapkan secara penuh,” tandasnya.
Berdasarkan data sementara, PGRI Kota Depok mencatat lebih dari seribu guru telah diangkat sebagai P3K. Namun, Nisar mengakui bahwa data tersebut masih terus diperbarui seiring dengan proses pembenahan organisasi dan pendataan anggota.
“Kepengurusan kami baru berjalan sejak Juli 2025. Proses pembenahan organisasi dan pendataan anggota masih terus dilakukan. Insyaallah semuanya akan berjalan secara bertahap, sistematis, dan terstruktur,” pungkasnya.
Editor : Nurjaya Saputra




