Swara Pendidikan (Pancoran Mas, Depok) — SDN Anyelir 2 menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW selama dua hari, Kamis–Jumat (22–23 Januari 2026). Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai perlombaan bernuansa religi yang diikuti seluruh peserta didik kelas 1 hingga kelas 6.
Pada hari pertama, sekolah menyelenggarakan lomba Musabaqah Hafalan Qur’an (MHQ) dan pidato cilik (pildacil). Perlombaan dibagi ke dalam tiga fase berdasarkan jenjang kelas, yakni fase A untuk kelas 1–2, fase B kelas 3–4, dan fase C kelas 5–6.
Untuk lomba MHQ, fase A membawakan hafalan surat An-Nas hingga Al-Kafirun, fase B dari surat Al-Kautsar hingga Al-‘Asr, sementara fase C dari surat At-Takatsur hingga Al-Qadr.
Hari kedua menjadi puncak kegiatan yang diisi dengan pengumuman juara serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Secara khusus, para juara dan peserta terfavorit lomba pildacil diminta menyampaikan tausiah singkat secara langsung di hadapan seluruh siswa dan dewan guru.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Anyelir 2, Siti Khorium Nisa (Arum), S.Pd.I, menjelaskan bahwa konsep tampil tanpa persiapan tersebut sengaja diterapkan untuk melatih kesiapan mental dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.
“Setelah pengumuman juara dan peserta terfavorit, khusus pildacil kami minta mereka langsung menyampaikan tausiah. Tujuannya untuk memperkuat mental serta kesiapan anak-anak tampil di depan umum,” terangnya.
Arum mengatakan lomba bersifat terbuka bagi seluruh siswa, namun setiap kelas hanya mengirimkan sekitar empat hingga lima peserta. Hal ini disebabkan lomba MHQ menuntut kesiapan hafalan yang matang, sementara pada pildacil masih terdapat siswa yang merasa malu, belum siap tampil tanpa teks, atau kurang percaya diri.
“Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini bertujuan untuk penguatan karakter peserta didik, khususnya nilai-nilai keagamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pencarian bakat sebagai persiapan menghadapi lomba PAI tingkat kota yang rutin kami ikuti setiap tahun,” ujarnya.
Menurut Arum, banyak siswa menunjukkan potensi di luar dugaan. “Ada anak-anak yang terlihat biasa saja, tetapi ketika diberi wadah ternyata memiliki kemampuan dan bakat luar biasa. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pendidik,” tambahnya.
Ke depan, pihak sekolah akan melakukan pembinaan lanjutan bagi siswa-siswa berprestasi. Untuk MHQ akan dibina melalui kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), sedangkan peserta pildacil akan mendapat pendampingan khusus guna meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, penguasaan materi, serta kepercayaan diri.
Sementara itu, Kepala SDN Anyelir 2 mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai keimanan, akhlak mulia, serta keberanian kepada anak-anak. Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya salat, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut kami harapkan dapat tercermin dalam sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari,” tutupnya. (Amr)


















