Swara Pendidikan (Sukmajaya, Depok)– Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kecamatan Sukmajaya menjadi penutup rangkaian Lomba-Lomba Pendidikan (LLP) tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di SDN Mekarjaya 13, Kamis (7/5/2026), berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari peserta, guru pendamping, maupun panitia.
Kegiatan FTBI dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Lomba-Lomba Pendidikan Kecamatan Sukmajaya, Yayat Hendayana. Turut hadir para kepala sekolah, guru pendamping, pengawas pembina, serta dewan juri.
Penanggung jawab kegiatan, Hj. Beti Nurbaeti mengatakan FTBI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi pembelajaran Bahasa Sunda di sekolah-sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat sejauh mana pembelajaran Bahasa Sunda di masing-masing sekolah berjalan dengan baik atau masih memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki bersama,” kata Hj. Beti.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
“Walaupun Kota Depok dihuni berbagai suku, secara geografis Depok berada di wilayah Jawa Barat yang memiliki budaya Sunda. Karena itu penting bagi generasi muda untuk tetap mengenal dan mencintai budayanya,” ujarnya.

Ia berharap melalui FTBI, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan tetap menjunjung tinggi budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Semoga kegiatan ini mampu membentuk anak-anak yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga bangga terhadap bahasa dan budaya daerahnya,” harapnya.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi pupuh, biantara, ngadongeng, aksara Sunda, birangan, maca sajak, dan carpon. Total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 127 siswa dari sekolah negeri dan swasta se-Kecamatan Sukmajaya.
Rinciannya, lomba pupuh diikuti 18 peserta terdiri atas 6 putra dan 12 putri. Cabang biantara diikuti 19 peserta, yakni 8 putra dan 11 putri, sedangkan ngadongeng diikuti 20 peserta yang terdiri atas 9 putra dan 11 putri.
Selanjutnya, lomba aksara Sunda diikuti 17 peserta terdiri atas 7 putra dan 10 putri, birangan diikuti 13 peserta terdiri atas 6 putra dan 7 putri, maca sajak diikuti 33 peserta terdiri atas 13 putra dan 20 putri, serta carpon diikuti 7 peserta terdiri atas 3 putra dan 4 putri.
Secara keseluruhan, peserta FTBI terdiri atas 52 putra dan 75 putri. Sementara itu, dewan juri yang bertugas berjumlah 21 orang yang terbagi dalam tiga kelompok penilaian, terdiri atas pengawas, praktisi profesional, kepala sekolah, dan guru Bahasa Sunda. (Amr)

























