Swara Pendidikan (Sawangan, Depok)– Untuk meningkatkan pemahaman keagamaan siswa selama Ramadan 1447 Hijriah, MTs Madaniyah menggelar kegiatan pesantren kilat (sanlat) selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 24–27 Februari 2026.
Sanlat diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang terstruktur, mulai dari salat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga penyampaian materi keislaman di kelas.
Kepala MTs Madaniyah, Ade Melisa, S.Pd, menjelaskan jadwal kegiatan yang diawali dengan pelaksanaan salat dhuha di masjid, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh para guru dan pemateri sanlat.
“Pada hari pertama, Selasa, materi yang disampaikan mengenai syarat wajib puasa dan syarat sah puasa. Rabu membahas rukun puasa serta hal-hal yang membatalkan puasa,” kata Ade Melisa di ruang guru MTs Madaniyah, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, materi pada Kamis membahas tentang golongan yang wajib mengqada puasa serta ketentuan fidyah. Sementara pada hari terakhir, Jumat, siswa mendapatkan materi mengenai zakat wajib dan zakat sunah.
“Alhamdulillah, kegiatan sanlat yang diikuti siswa kelas 7, 8, dan 9 telah selesai dilaksanakan pada Jumat kemarin,” ucapnya.
Menurut Ade, sanlat menjadi bagian dari program pembinaan karakter religius siswa yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan. Selain memperdalam pemahaman fikih ibadah, kegiatan ini juga bertujuan membentuk kebiasaan positif seperti disiplin beribadah dan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.
Pihak sekolah berharap materi yang telah diberikan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Harapan kami, siswa tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari selama sanlat,” pungkas Ade. (Dib)




