Swara Pendidikan (Pancoranmas, Depok) – SDN Anyelir 2 menggelar kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) bagi siswa tingkat Penggalang dengan mengusung tema Perjusa MANTEB 25 (Mandiri, Tangguh, Empati, dan Berkarakter). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 12–13 Desember 2025, bertempat di lingkungan sekolah.
Kegiatan Perjusa dibuka dan ditutup secara resmi oleh Kepala SDN Anyelir 2, Fani Dwi Arini, didampingi para pembina pramuka dan dewan guru.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pemberian materi kepramukaan, di antaranya PP Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 tentang Aturan Berpakaian Pramuka, materi tenda, serta kegiatan keagamaan meliputi salat berjamaah dan murojaah. Pada malam hari dilaksanakan api unggun yang dibuka oleh Kak Abdul Rahman, dilanjutkan dengan malam keakraban (makrab) dan pentas seni.
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah, olahraga bersama, serta materi Peraturan Baris Berbaris (PBB). Selanjutnya peserta mengikuti wide game yang terdiri dari beberapa pos, yaitu pos sandi, semaphore, tanda alam, dan rappelling. Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan serta pengumuman Awarding Regu Tersayang.
Kepala SDN Anyelir 2, Fani Dwi Arini, mengatakan bahwa Perjusa tingkat Penggalang bertujuan untuk mengasah kemandirian, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pembentukan karakter melalui kegiatan di alam terbuka.
“Perjusa menjadi sarana membangun persaudaraan, mengajarkan keterampilan praktis, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kecintaan terhadap lingkungan,” ujarnya.
Menurut Fani, kegiatan pramuka juga berperan dalam pengembangan karakter, seperti membentuk disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kemandirian melalui berbagai tugas dan tantangan yang diberikan.
Selain itu, Perjusa juga meningkatkan keterampilan hidup (life skills), di antaranya kemampuan P3K, navigasi, memasak, dan bertahan di alam terbuka, serta melatih kerja sama tim, komunikasi, dan penyelesaian konflik secara kelompok.
“Kegiatan ini mendorong kreativitas dan inisiatif peserta, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan ruang relaksasi dengan mengurangi ketergantungan pada teknologi,” pungkasnya. (Amr)





