Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – SD Islam (SDI) Darul Falah, Kedaung, terus melakukan penguatan mutu pendidikan melalui program kolaboratif antara pihak yayasan dan sekolah sepanjang tahun 2026. Kolaborasi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat eksistensi lembaga di tengah masyarakat.
Menurut Ketua Yayasan Darul Falah Kedaung, Haryanto Fatih, S.Pd.I, M.Ag, SDI Darul Falah setiap tahun mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari sisi sarana dan prasarana (sarpras) maupun program pendidikan.
“Setiap tahun SDI Darul Falah terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, baik dari sarpras maupun program kegiatan sekolah,” ungkap Haryanto, Kamis (22/1/2026).
Dari sisi sarpras, SDI Darul Falah saat ini telah memiliki 12 ruang kelas, toilet siswa dan guru, serta sebuah aula yang digunakan untuk berbagai kegiatan siswa, termasuk pelaksanaan salat wajib berjamaah.
Dalam bidang prestasi, SDI Darul Falah juga menunjukkan capaian yang konsisten. Sekolah ini kerap meraih peringkat dalam berbagai perlombaan, khususnya di bidang keagamaan, Bahasa Sunda, seni tari, serta lomba MTQ dan MHQ.
“Setiap mengikuti lomba, SDI Darul Falah hampir selalu meraih peringkat. Pada tahun 2025, kami meraih peringkat dua lomba Bahasa Sunda tingkat Kota Depok, serta prestasi di MTQ dan MHQ,” kata Haryanto.
Saat ini, jumlah peserta didik SDI Darul Falah mencapai 150 siswa, yang mayoritas berasal dari lingkungan Kedaung dan sekitarnya. “Pihak yayasan juga memberikan kebijakan pembebasan biaya pendidikan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian social,” imbuhnya.
Memasuki tahun 2026, program yayasan difokuskan pada penguatan manajemen kelembagaan setelah dilakukan pembenahan sarana prasarana. Selain itu, sekolah juga mengembangkan program parenting education, di mana orang tua secara rutin diundang setiap triwulan untuk mengikuti pembinaan bersama pihak sekolah.
Di bidang keagamaan, program tahfidz Al-Qur’an telah berjalan secara berkelanjutan. Saat ini, siswa kelas 5 telah menyelesaikan hafalan Juz 30, sementara siswa kelas 6 fokus pada penguatan dan pengulangan hafalan.
“Program tahfidz sebenarnya sudah lama berjalan, tetapi tiga tahun terakhir ini lebih efektif karena kami sebelumnya fokus pada pembenahan sarana dan evaluasi program. Sekarang, program sudah kami genjot secara serius,” jelasnya.
Haryanto berharap ke depan seluruh stakeholder, baik dari Dinas Pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM, media, wali murid, maupun masyarakat, dapat terus bersinergi mendukung kemajuan SDI Darul Falah.
“Kami masih memiliki keterbatasan di bidang IT. Harapan kami, ke depan SDI Darul Falah bisa memiliki laboratorium komputer yang lebih memadai. Saat ini sudah ada, tetapi masih sangat terbatas. Mudah-mudahan ada jalan menuju ke sana melalui dukungan dan kolaborasi semua pihak,” tutupnya. (Dib)




