• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Sunday, April 19, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Roti dan Anak Petani

by SWARA PENDIDIKAN
10 February 2025
in Puisi
0
Roti dan Anak Petani
        
Roti dan Anak Petani
Terigu, telur dan mentega
Berpadu dalam wadah
Menyatu,mengembang dan matang
Kecoklatan,aroma semerbak
Membuat hidung kembang  kempis
Lambungpun terasa  teriris 
Selapis demi selapis, lambungpun terisi
Lengkapi nutrisi demi energi
Menyala kreatifitas tak terbatas 
Aktivitas jiwa dan raga, Memenuhi jagad buana
Antara dulu dan kini, Praktis dan bergizi
Namun tidak semua, Masih ada yang tak berpaling
Cinta dan  sudah terlanjur cinta
Sekenyang  apapun, Tetap belum makan
Jika sebutir nasi belum menghampiri.
Terpatri dalam  alam bawah sadar
Makan adalah nasi, Nasi adalah makan
Betul kata nenek, Agraris itu sebutannya
Betul kata pejuang, Padi dan kapas itu lambangnya
Betul kata komponis, tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Lumbung – lumbung padi, menunggu tuk diisi
Oleh tangan-  tangan yang mengerti
Dalam bakti ibu Pertiwi, berjalan dan menapaki
Masihkah kita ragu ?
Seragu generasi muda yang takut sinar sang surya
Itu alasan klasik, tak usah diusik
Karena sesungguhnya, Dewi Sri menangis
Merana dan hampir putus asa
Menerima kenyataan, tak ada lagi pengawal
Tak ada lagi pemuji, yang menanti  kehadirannya
Dekat dengannya, dianggap kotor, dan hina
Terpingggirkan dan terseok ,dipandang sebelah mata
Tak bersepatu dan  tak berdasi adalah kuno
Wahai putra dan putri, Dewi Sri memanggilmu
Perpesan padamu, bahwa Semua bisa berlimpah
Buka mata , hati dan jiwamu 
Bumi subur menanti, Air mengalir mendatangi
Lumpur siap ditanami, sang surya menyinari
Mengapa kalian ragu?
Padahal kalian butuh, Munafik itu namanya
Katanya untuk beli beras.
Mengapa beli? Kita punya formulanya
Yuk kita berganti ,dari jijik ke cinta mati
Terbitkan era baru,yang membahana
Menggema dalam genggaman  tangan
Memancar sepanjang Zaman 
Berkat tangan lembut beraksi
Berkat kaki berotot menapaki
Bulir padi padat berisi
Menguning bagai lempengan emas
Semua tersenyum lepas, tanpa batas
Beri perhatian dan penghargaan.
Bukan bintang atau piala.
Bukan piagam atau sertifikat
Cukup ucapkan terima kasih
Agar tekad tertancap kuat
Mengharap Ridha Illahi
Petani yang terpinggirkan
Terseok,tergilas zaman
Wahai anak muda, Negeri sendiri lebih indah
Mengapa kamu menghijaukan belahan bumi lain
Mengapa?
Apa karena upah yang menjanjikan ? 
Yen, Yuan ataupun Dolar? sehingga suhu minuspun kau jelajahi.
Apakah karena  malu?  sehingga rasa cinta kau abaikan.
Siapa yg salah?  
Anak petani ?
Dilema yg tak bertepi.
Ubah paradigma lama
Kita berjuang diatas kaki sendiri, Bangkitkan diri,nyatakan diri
Petani garda terdepan.,Menyuplai asupan gizi
Dari rahim hingga menua,semua butuh
Petani adalah pahlawan, Sehingga layak untuk diapresiasi,
semoga kelak ,Petanipun bisa berdasi
Ditemani peralatan canggih, secanggih generasi yang gigih
Cerdas, dan peduli, menjaga alam nan hakiki
Februari , 2025
Karya: Eni Yuhaeni, S.Pd
Guru SDN Pondokcina 3

BACA JUGA

BADUY

Puisi – “Guruku Sang Penerang Jalan”

Puisi – Pilar Bangsa di Gerbang Emas 2045

Puisi – Untuk Ibuku Tercinta

BeritaTerkait

BADUY
Ruang Sastra

BADUY

20 January 2026
0
0

Aku menanggalkan nama-nama Seperti pakaian yang tak lagi perlu Tanah...

Read more
Puisi – “Guruku Sang Penerang Jalan”

Puisi – “Guruku Sang Penerang Jalan”

2 December 2025
0
Puisi – Pilar Bangsa di Gerbang Emas 2045

Puisi – Pilar Bangsa di Gerbang Emas 2045

25 November 2025
0

Puisi – Untuk Ibuku Tercinta

18 November 2025
0

Puisi –  PGRI Selalu di Hati

18 November 2025
0

Puisi – “Nak, ini tangan ibumu!”

18 November 2025
0
Next Post
Siswa SDN Grogol 1 Berhasil Raih Medali di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open Championship 2025

Siswa SDN Grogol 1 Berhasil Raih Medali di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open Championship 2025

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id