Rektor STKIP Arrahmaniyah Ancam Pecat Mahasiswa Yang Terbukti Lakukan Empat Dosa Besar Pendidikan

by Redaksi
0 Komentar 163 Pembaca

Swara Pendidikan (Citayam, Depok)  – Demi menjaga kredibilitas, integritas dan marwahnya sebagai perguruan tinggi Islam, STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan) Arrahmaniyah mengharamkan sedikitnya empat perbuatan dosa besar pendidikan terutama korupsi dan narkoba bagi seluruh civitas kampus, sanksi hukumnya pemecatan dari kampus tersebut.

Warning itu disampaikan Rektor STKIP Arrahmaniyah, DR. H.  Mohamad Abduh,  Msi dalam sambutan dan pengarahannya pada Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2023/2024 di kampus STKIP Arrahmaniyah, Minggu (17/9/23) pagi.

“Jika ketahuan, dan mengakui melakukan diantara empat dosa besar pendidikan (bulying, pelecehan seksual, korupsi dan narkoba) itu, apalagi korupsi dan narkoba tidak ada ampunan, langsung kami pecat. Ini berlaku bagi seluruh civitas kampus,” tegas Abduh.

Untuk itu para civitas kampus, baik calon mahasiswa maupun mahasiswa dan lainnya, Abduh mengingatkan, jangan pernah mencoba-coba apa yang diharamkan kampus .

Rektor STKIP Arrahmaniyah itu menambahkan, setelah seorang pelajar menyelesaikan jenjang pendidikan dasar dan menengah, kini calon mahasiswa masuk wahana chandra dimuka dunia perguruan tinggi, dimana akan menempa dirinya.

Mereka akan terjun dengan segala kemampuan jasmani dan rohani untuk mencari ilmu, pengalaman, pengetahuan dan wawasan untuk bekal kehidupan di dunia dan akherat.

Abduh juga mengucapkan terima kasih kepada para pendiri dan pejuang STKIP Arrahmaniyah yang didirikan almarhum Buya KH Abdul Somad Rahman Fadli dan seluruh civitas kampus STKIP Arrahmaniyah baik yang masih aktif maupun yang sudah wafat.

STKIP Arrahmaniyah adalah lembaga perguruan tinggi pendidikan, di mana para mahasiswa ditempa, diberikan, ditransfer wawasan, pengalaman, ilmu pengetahuan dari para dosen tentang ilmu pendidikan.

Begitu pentingnya pendidikan,  lanjutnya, sehingga hampir semua orang menempatkan  pendidikan di tataran teratas dari tataran kebutuhan lainnya.

“Untuk itu para calon mahasiswi dan mahasiswa agar siapkan diri kalian, niatkan tekad anda, bulatkan semangat kalian masuk ke STKIP Arrahmaniyah ini. Niatkan betul, kalian bukan sekedar meraih gelar sarjana, bukan sekedar mendapatkan ijazah sarjana, tetapi dari semua itu niatkan kalian hadir, duduk, kuliah selama empat tahun. Niatnya semata-mata untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang diridhoi Allah SWT yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat,” pesan Abduh

Tak lupa, dia mengucapkan selamat datang calon mahasiswa di kampus STKIP Arrahmaniyah yang sudah berdiri sejak 20 November 1997.

“Insyaallah nanti 20 November STKIP Arrahmaniyah berusia 26 tahun,”  ucap Abduh.

Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB Arrahmaniyah, H. Badrudin Ali, SS. MPd melaporkan, peserta PKKMB tahun akademik 2023/2024 berjumlah 628 orang. Dengan rincian, mahasiswa baru 370 orang dan mahasiswa lama sebanyak 258 orang.

“Jadi kegiatan PKKMB hari para mahasiswa lama maupun calon mahasiswa dapat mengetahui tentang STKIP, program studi, para dosen dan lainnya,” kata Badrudin.

Selain mengenalkan para dosen, Rektor STKIP Arrahmaniyah, Abduh juga mengenalkan para pengurus YPI Arrahmaniyah diantaranya Ketua Dewan Pengawas YPI Arrahmaniyah, H. Ujang Solahudin, S.Pd, serta Wakil ketua bidang keuangan STKIP Arrahmaniyah H. Ahmad Fakhri, S.Sos MM

Sebelumnya, dalam pembukaan kegiatan PKKMB STKIP Arrahmaniyah, Ketua Yayasan Perdidikan Islam (YPI) Arrahmaniyah, KH. Buya Abudin Somad, S.Pdi mengatakan, kemajuan dan kebesaran umat dan bangsa ini bergantung pada kualitas pendidikan, untuk itu STKIP Arrahmaniyah ini didirikan sebagai upaya investasi dunia-akherat.

“Di dunia kita memberi bekal pada anak, cucu, santri kita untuk mereka menghadap kelak di akherat nanti, tujuan hidup meraih kebahagian di dunia dan akherat,” kata KH. Buya Abudin.

Menurut Buya, dalam meraih kebahagian dunia dan akherat  tidak mungkin terwujud tanpa ilmu dan pendidikan.

“Tiada ilmu tanpa pendidikan dan belajar. Karena ilmu itu harus dengan belajar. Seandainya ilmu dapat diraih dengan cara menghayal  maka tiada di dunia orang bodoh,  karena cukup dengan menghayal seseorang sudah pintar, maka sebab itulah STKIP Arrahmaniyah ini didirikan,”tutup Buya Abudin.  (jaya)

Baca juga

Tinggalkan Komentar