Swara Pendididkan (Sukmajaya, Depok)- Madrasah Ibtidaiyah (MI) I’anattul Ikhwan terus berkomitmen membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berprestasi, serta memiliki wawasan global yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Hal tersebut disampaikan Kepala MI I’anattul Ikhwan, Bahrru Roji, S.Pd.I saat ditemui awak Swara pendidikan pada Selasa, 10 Februari 2026.
Bahrru Roji menjelaskan visi utama MI I’anattul Ikhwan adalah mencetak generasi islami yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan budi pekerti luhur sesuai ajaran Islam.
“Visi kami adalah terwujudnya generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berwawasan global dengan landasan nilai-nilai keislaman. Inilah arah utama MI I’anattul Ikhwan dalam mencetak generasi islami ke depan,” jelasnya.
Dalam penerapan kurikulum, MI I’anattul Ikhwan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia pendidikan nasional. Pada tahun ajaran ini, madrasah telah menerapkan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kebijakan dan arahan Kementerian Pendidikan serta dinas terkait.
“Kami mengikuti kebijakan pendidikan yang berlaku. Saat ini kami menerapkan Kurikulum Merdeka agar proses pembelajaran lebih fleksibel, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi peserta didik,” sambung Bahrru.
Ke depan, pihak madrasah berharap MI I’anattul Ikhwan dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, baik dalam bidang pendidikan umum maupun keagamaan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Kelurahan Tritajaya.
“Kami berharap lulusan MI I’anattul Ikhwan kelak menjadi generasi islami yang berwawasan global, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kelas VI A MI I’anattul Ikhwan, Siti Zubaidah, S.Ag, mengungkapkan bahwa metode pembelajaran di kelas mengombinasikan metode ceramah, pengulangan materi, serta pembiasaan karakter sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.
“Sebelum KBM, kami membiasakan siswa untuk berdoa, membaca selawat, dan menghafal surah-surah pendek. Kami juga menanamkan sikap dan adab, baik kepada guru, sesama teman, maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah,” ungkapnya.
Menurut Siti Zubaidah, selain pembinaan karakter, madrasah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kemampuan literasi peserta didik. Sekolah menyediakan dan meminjamkan buku bacaan sesuai dengan jenjang kelas, terutama bagi siswa yang masih memerlukan pendampingan dalam membaca.
“Buku-buku kami pinjamkan dari sekolah, mulai kelas 1 hingga kelas 6. Fokusnya pada anak-anak yang belum lancar membaca agar kemampuan literasi mereka terus meningkat,” kata Siti.
Dengan memadukan pendidikan karakter, pembelajaran akademik, serta penguatan literasi, MI I’anattul Ikhwan optimistis mampu mencetak peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pewarta : Syifa dan Alya
Editor : Nurjaya SP




