• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Friday, January 2, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

KAMI SEDANG TIDAK BERBISNIS

by SWARA PENDIDIKAN
1 June 2023
in Suara Guru
0
KAMI SEDANG TIDAK BERBISNIS

 

Kita kerap mendengar kata ‘bisnis‘. Secara historis, kata ‘bisnis’ diadaptasi dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti ‘sibuk’ dalam konteks individu, komunitas, atau masyarakat. Dalam konteks sederhana, bisnis ialah kesibukan dalam melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan yang memberikan keuntungan pada seseorang.

Dengan kata lain, bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun organisasi yang melibatkan proses pembuatan, pembelian, penjualan, atau pertukaran barang maupun jasa dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan.

BACA JUGA

Penantian Panjang Berakhir, Guru SDN Curug 5 Cimanggis Resmi Diangkat PPPK Paruh Waktu

Marlenawati: Guru Bukan Lagi Sekadar Pengajar, Tapi Penggerak Pembelajaran

Arif Suryadi : Guru Bukan Hanya Mengajar, Tapi Mencetak Masa Depan

Wawancara HGN 2025: Kepala SDIT Darojaatul Uluum Bicara Tantangan dan Masa Depan Guru

Pertanyaannya , apakah sebuah institusi pendidikan yang dalam hal ini saya fokuskan pada sekolah negeri, disebut melakukan kegiatan bisnis dalam upaya peningkatan mutu sekolah?

Apakah kegiatan yang sifatnya tidak dibiayai dalam penggunaan dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) tidak boleh dilaksanakan?

Apakah dana swadaya yang dikeluarkan para orangtua dengan kesepakatan mereka untuk melaksanakan sebuah kegiatan disebut pungli?

Apakah sekolah negeri dilarang melakukan kegiatan yang sifatnya memberi pengalaman pada siswa dengan biaya mandiri?

Mengapa para oknum pemerhati pendidikan atau oknum wartawan dalam kontribusinya selalu mempersoalkan masalah terkait ini?

Apakah yang mereka persoalkan memanglah suatu hal yang sangat urgensi yang dapat berdampak negative pada system pendidikan maupun hasil belajar siswa?

Apakah yang ada dalam benak mereka, kita sedang melakukan sebuah bisnis untuk memperolah keuntungan sebesar-besarnya?

Proses pendidikan berlangsung seumur hidup. Begitu pula proses pendidikan di sekolah. Berlangsung secara berkesinambungan dan berulang setiap tahun pelajaran. Terkadang proses seperti ini dirasa monoton. Mengapa demikian?

Disadari bersama dari waktu ke waktu, semester ke semester, tahun ke tahun, proses yang berlangsung dalam dunia pendidikan tentang itu-itu saja. Itulah kenapa kita perlu melakukan inovasi untuk memperkecil rasa jenuh siswa dalam menempuh pendidikannya.

Dalam satu tahun pelajaran kita akan disibukkan dengan rutinitas kegiatan seperti penerimaan siswa baru, kegiatan belajar mengajar, kegiatan penilaian tengah semester, penilain akhir semester, masuk kegiatan di semester kedua. Untuk kelas ujung sudah memulai penilaian akhir sekolah baik praktik maupun tulis, dan kemudian masuk pada tahap kegiatan akhir tahun, kelulusan dan sebagainya.

Akhir tahun pelajaran adalah waktu yang sungguh menguras tenaga dan fikiran bagi para guru. Mereka semua disibukkan dengan kegiatan penilaian akhir tahun juga persiapan kelulusan bagi siswa tingkat akhir. Memberikan pelayanan terbaik yang dapat guru lakukan sebisa mungkin supaya siswa merasa berkesan dan bahagia pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Kegiatan akhir tahun juga merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh siswa kelas akhir. Karena di sini dijadikan sebagai moment penting dalam proses perjalanan mereka menempuh pendidikan.

Kelulusan biasanya akan disertai dengan berbagai kegiatan, seperti kegiatan pelepasan maupun wisata bersama. Bukan tanpa sebab mereka menunggu momen seperti ini, karena di sini mereka sedang merayakan kebahagiaan keberhasilan menempuh satu tahap pendidikannya.

Sebuah kegiatan tentunya tidak terlepas dengan pembiayaan. Karena salah satu faktor keberhasilan sebuah kegiatan bergantung pada ketercukupan dananya. Nah, disini terkadang menjadi sebuah persoalan ketika sumber dana tersebut berasal dari dana mandiri (swadaya).

Banyak pihak-pihak yang mempersoalkan bahkan tak jarang hal tersebut disebut pungli. Padahal jika dipahami, sekolah melakukan kegiatan seperti ini adalah berdasarkan usulan dari para orang tua.

Jika bisa, guru lebih memilih tidak mengadakan kegiatan sama sekali. Namun disisi lain guru merasa dilema, saat siswa dan orangtua berharap ada kegiatan yang sifatnya kebersamaan.

Ibarat makan buah simalakama. Ketika kegiatan yang diusulkan orang tua tidak diakomodir akan timbul permasalahan kekecewaan karena telah melewatkan satu moment penting dalam proses kelulusannya. Namun, jika diakomodir, ada saja pihak-pihak yang menyoal. Disebutnya sekolah menarik pungli-lah, mencari keuntungan-lah, dan lain sebagainya.

Hal ini menjadi persoalan tersendiri bagi para pendidik di sekolah. Pungli yang mana yang sedang dipersoalkan? Jika semua jalur sudah dilakukan sesuai prosedur. Tentunya  sebuah kegiatan yang akan dilaksanakan sudah melalui  perencanaan.

Sosialisasi kegiatan kepada para orangtuapun sudah dilakukan. Diskusi untuk mencari kemufakatan sehingga tercetus satu kegiatan yang disepakati bersama.

Dan pada akhirnya kegiatan berjalan sesuai perencanaan yang sudah dibuat. Kegiatannya pun bersifat tidak diwajibkan, yang artinya disilahkan bagi yang mau mengikuti ataupun tidak.

Untuk menjadi sebuah pemahaman , di sini para pendidik berusaha melayani siswa dan orang tua dengan baik. Tidak ada niatan meraup keuntungan dalam berjalannya sebuah kegiatan.

Jika para pendidik ikut terfasilitasi dalam anggaran kegiatan, hal seperti itu adalah sebuah kewajaran. Membersamai siswa dalam melakukan kegiatan, berusaha menjaga supaya siswa tetap dalam keadaan yang baik dan sehat selama proses kegiatan, bukankah wajar jika lelah tersebut diganti dengan fasilitas yang disediakan seperti makan, minum dan lainnya.

Terlepas dari cara pandang dan anggapan orang dalam menyikapi kegiatan akhir tahun siswa, intinya, hanya ingin menanyakan. “Bukankah dulu anda pernah bersekolah?”.

                                                ***


Penulis: Titin Supriatin, M.Pd

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Penantian Panjang Berakhir, Guru SDN Curug 5 Cimanggis Resmi Diangkat PPPK Paruh Waktu
Suara Guru

Penantian Panjang Berakhir, Guru SDN Curug 5 Cimanggis Resmi Diangkat PPPK Paruh Waktu

by SWARA PENDIDIKAN
20 December 2025
0
0

Swara Pendidikan (Cimanggis, Depok) — Febriana, guru SDN Curug 5...

Read more
Marlenawati: Guru Bukan Lagi Sekadar Pengajar, Tapi Penggerak Pembelajaran

Marlenawati: Guru Bukan Lagi Sekadar Pengajar, Tapi Penggerak Pembelajaran

5 December 2025
0
Arif Suryadi : Guru Bukan Hanya Mengajar, Tapi Mencetak Masa Depan

Arif Suryadi : Guru Bukan Hanya Mengajar, Tapi Mencetak Masa Depan

5 December 2025
0

Wawancara HGN 2025: Kepala SDIT Darojaatul Uluum Bicara Tantangan dan Masa Depan Guru

4 December 2025
0

Refleksi Seorang Guru di Hari Guru Nasional: “Pendidikan Tak Akan Berjalan Tanpa Guru”

25 November 2025
0

Guru SDN Duren Seribu 03 Ajak Teladani Semangat Juang Pahlawan

10 November 2025
0
Next Post
Camat Tapos Apresiasi Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi, di Sekolah Islam Terpadu Ruhama

Camat Tapos Apresiasi Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi, di Sekolah Islam Terpadu Ruhama

https://datapers.dewanpers.or.id/media/certificate

2025 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2025 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In