• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Monday, January 5, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Hamid Muhammad Buka TAKARAN SMK Swasta di Hotel BW

by
20 August 2021
in BERITA UTAMA, Klik Pendidikan
0
Hamid Muhammad Buka TAKARAN SMK Swasta di Hotel BW

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) –  Konsultasi dan Lokakarya Nasional (TAKARAN) SMK Swasta se Indonesia di Hotel Bumi Wiyata, Depok yang dihadiri 250 lebih perwakilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta dari seluruh Indonesia berjalan sukses. Rabu (07/03/18).

Acara yang bertajuk “Meningkatkan Kualitas dan Integritas, Memperkuat Sinergitas dan Jejaring”  dibuka  secara resmi oleh  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diwakili Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Hamid Muhammad.

Dalam sambutannya, Hamid Muhammad memaparkan revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia terkait regulasi pendidikan vokasi yaitu Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dikatakan Hamid, jalinan kerja sama konkret terkait revitalisasi pendidikan vokasi telah dilakukan lintas kementerian, diantaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kementerian BUMN)  yang menyepakati beberapa hal. Antara lain, program revitalisasi pengembangan pendidikan kejuruan dan vokasi berbasis kompetensi yang link and match dengan dunia usaha dan industri, restrukturisasi program keahlian dan kurikulum pada satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri, serta pembangunan infrastruktur kompetensi bidang industri.

BACA JUGA

Marching Band MAN 1 Bogor Tampil Memukau di Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama RI

Doa Guru MAN 1 Bogor Hadirkan Kekhidmatan pada Upacara HAB ke-80 Kemenag Kabupaten Bogor

Arus Balik Nataru 2026: 155.596 Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol Masih Berlaku

Kemenag Kota Depok Peringati HAB ke-80 di Balaikota, Teguhkan Moderasi Beragama

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan percepatan penguatan pendidikan vokasi, kata dia, beberapa kementerian membuat pilot project dengan dunia industri, antara lain tiga perusahaan industri dan 20 SMK, “yaitu PT. Petrokimia Gresik dengan 7 SMK di wilayah Jawa Timur, PT. Astra Honda Motor dengan 9 SMK di Tangerang, Banten, dan Sulawesi Selatan, serta PT. Polytama Propindo dengan 4 SMK di Indramayu dan Cirebon,” paparnya.

Menurut Hamid, secara fungsional keberadaan pendidikan vokasi di Indonesia amat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai. Sebab katanya lagi, dalam pendidikan vokasi, peserta didik tidak hanya diajarkan pengetahuan (kognitif) semata, tetapi juga diberikan kemampuan praktis (psikomotorik).

“Konfigurasi ini merupakan solusi efektif dalam menjembatani kualifikasi tenaga kerja yang dihasilkan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha/industri, yang pada gilirannya dapat memperkuat daya saing ekonomi Indonesia,” tandasnya.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan itu juga mengungkapkan bahwa  konsep keterkaitan dan kesepadanan (link and match) dunia pendidikan dan dunia usaha/industri sebelumnya pernah diterapkan dimasa Orde Baru.

“Saat itu, para siswa di sekolah-sekolah kejuruan diberikan kesempatan untuk magang di perusahaan dan industri,” kata Hamid.

Tujuannya, lanjut dia, agar siswa memiliki bekal pengalaman yang cukup di dunia usaha/industri. Selain itu, kurikulum di sekolah-sekolah kejuruan dirancang secara aplikatif sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha/industri.

Namun, seiring  bergantinya pemerintahan, gaung program penguatan pendidikan vokasi nyaris tak terdengar, begitupun program link and match.  “Makanya perlu adanya perombakan dalam sistem pendidikan. Dan usulan itu baru dapat terlaksana dimasa pemerintahan Jokowi.” Katanya.

Pemerintah dikatakan, Hamid juga ikut  prihatin. pasalnya fakta di lapangan. Penyumbang  terbesar angka pengangguran berasal dari lulusan sekolah kejuruan. “Ini berasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, tercatat jumlah angkatan kerja di Indonesia sebanyak 182,99 juta jiwa.

Dari jumlah itu, terangnya.  Sebanyak 7,24 juta jiwa adalah kategori pengangguran. 11,24 persen berasal dari lulusan SMK. 9,55 persen lulusan SMA, dan 7,15 persen berasal dari lulusan SMP.

Menurut Hamid, besarnya angka pengangguran dari lulusan SMK, salah satunya factor adanya ketidaksepadanan (mismatch) antara supply tenaga kerja dan demand dunia usaha/industri.

Oleh karena itu, katanya lagi, pendidikan di SMK harus didasari  berdasarkan kebutuhan tenaga kerja dalam masyarakat. Jika pengelola pendidikan tidak berorientasi pada kebututuhan pasar tenaga kerja, maka secara tidak langsung, pengelola sekolah  sedang mencetak para pengangguran. “Bila ini terjadi, maka akan menciptakan kondisi yang mislink and mismatch,” tandasnya.

Agar terjadi link and match, lanjutnya. pelatihan berbasis kompetensi bagi para siswa pendidikan vokasi menjadi keharusan. Dimana proses perencanaan, pengajaran, pelaksanaan, dan penilaiannya mengacu pada penguasaan kompetensi siswa.

“Tujuannya agar dalam proses pengajaran benar-benar mengarahkan peserta didik mencapai penguasaan kompetensi yang telah diprogramkan bersama dengan dunia usaha/industry,” ujar nya.

Hamid menambahkan, ada tiga unsur penting yang berperan terkait kesuksesan pelatihan tersebut. Yaitu sekolah, dunia usaha/industri, dan pemerintah.

Karena itu, pemerintah meminta kepada pihak swasta agar Inpres nomor  9 tahun 2016 harus dilaksanakan.  “Ada lima yang harus direvitalisasi,” ujar Hamid.

Pertama kurikulumnya agar disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kedua, ketersediaan dan kompetensi gurunya. “Jangan lagi ada sekolah kejuruan tapi guru kejuruannya tidak ada. Ini yang menyebabkan kualitas lulusan SMK jadi tidak bagus.” Tandasnya.

Ketiga, lanjut Hamid,  fasilitas belajar dan alat prakteknya.  Bukan SMK namanya jika tidak  ada alat praktek, karena itu wajib. Keempat, uji kompetensi dan sertifikasinya yang diakui oleh dunia industri. Kelima. Kerjasama dengan industri.

“Saya yakin jika itu dilakukan maka tidak ada lulusan SMK yang menganggur,” tutupnya.

Usai sambutan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan membuka secara resmi TAKARAN SMK Swasta 2018 ditandai dengan pemukulan gong. (gus)[espro-slider id=8437]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Marching Band MAN 1 Bogor Tampil Memukau di Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama RI
METROPOLITAN

Marching Band MAN 1 Bogor Tampil Memukau di Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama RI

by SWARA PENDIDIKAN
4 January 2026
0
0

  Swara Pendidikan (Cibinong) - Ekstrakurikuler Marching Band MAN 1...

Read more
Doa Guru MAN 1 Bogor Hadirkan Kekhidmatan pada Upacara HAB ke-80 Kemenag Kabupaten Bogor

Doa Guru MAN 1 Bogor Hadirkan Kekhidmatan pada Upacara HAB ke-80 Kemenag Kabupaten Bogor

4 January 2026
0
Arus Balik Nataru 2026: 155.596 Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol Masih Berlaku

Arus Balik Nataru 2026: 155.596 Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol Masih Berlaku

4 January 2026
0

Kemenag Kota Depok Peringati HAB ke-80 di Balaikota, Teguhkan Moderasi Beragama

3 January 2026
0

Diskusi Nasional, PWI Depok Ajak Wartawan Tangkal Hoaks Bencana

3 January 2026
0

Kasus Tawuran Nasional Meningkat, Depok Diminta Perkuat Pencegahan di Sekolah

3 January 2026
0
Next Post
Acep Al Azhari : Sampai Jumpa di Sulawesi Utara

Acep Al Azhari : Sampai Jumpa di Sulawesi Utara

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In