HomePUBLIKASI SEKOLAHGebyar Seni, Kepsek Hera menari Sinanggar Tulo

Gebyar Seni, Kepsek Hera menari Sinanggar Tulo

Swara Pendidikan (Cibinong, Bogor) – Gebyar seni yang diadakan SDN Pakansari 4 berjalan meriah, berbagai pertunjukan ditampilkan oleh para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, mulai dari fashion show, tari dan lagu, serta drama. Hal yang menarik perhatian ditengah berlangsung acara, Kepala SDN Pakansari 4, Hera Prastari turut serta menari berkolaborasi dengan siswa kelas 6 dalam tarian Sinanggar Tulo dari daerah Tapanuli Utara.

Menurut Hera, Gebyar Seni merupakan salah satu kegiatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tujuannya para peserta didik lebih mengenal, memahami keragaman budaya Nusantara, mulai dari adat istiadat, pakaian, makanan, tarian dan lagunya.

“Kemajuan tekhnologi seperti sekarang ini membuat para siswa lebih mengenal budaya  dari luar dibandingkan dengan dari budaya daerah-daerah yang ada di Indonesia,” Kata Hera saat ditemui awak swarapendidikan dikantornya usai acara. Jum’at (22/12/23).

Hera menjelaskan, P5 bagian dari Kurikulum Merdeka, diadakan setahun 2 kali per semester. Semester 1 dan 2 dengan tema yang berbeda-beda. Ada 4 tema sudah ditentukan untuk jenjang SDN, Bhineka Tunggal Ika, Kearifan Lokal, Gaya hidup berkelanjutan, Kewirausahaan.

“Harapan kami guru-guru, siswa termotivasi,  berani tampil percaya diri, dan yang penting siswa mampu berkolaborasi dengan orangtua,” ungkapnya.

Dan dalam acara ini, Hera merasakan hal  luar biasa, kolaborasi sudah ditunjukan antara siswa dan orangtua. “Terimakasih atas upayanya menyiapkan segala hal untuk anak-anak bisa tampil maksimal,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, ketua Panitia dari guru Tuti Nuraeni, mengatakan kegiatan P5 pada semester ini, mengusung tema “Bhineka Tunggal Ika” dengan Topik Keberagaman Budaya Nusantara (My Beatiful Indonesia).

“Pelaksanaannya para siswa berkolaborasi dengan dibagi 3 fase, fase A, B dan C,” ujar Tuti.

Lebih rinci Tuti Nuraeni memaparkan, fase A Kelas 1dan kelas 2, melakukan Fashion Show, menampilkan pakaian adat Jawa dan tarian dari Jawa dengan tari ondel-ondel dan Tokecang dari Jawa Barat. Sementara fase B Kelas 3, 4 menampilkan tarian adat Papua, dan untuk kelas 5 berkolaborasi dengan kelas 6 menampilkan adat Sumatra.

“Sebelum tampil para siswa diajak mencari tahu asal usul Bhineka Tunggal Ika, diperkenalkan pakaian adat dan tariannya dari pulau-pulau Indonesia dengan menonton Video,” paparnya.

Kemudian sesudah mengenal,  lanjut Tuti,  ada kegiatan kontektualnya  untuk fase A, B dan C. Siswa diberikan tugas mengumpulkan kliping berkenaan dengan adat dan tarian dari pulau yang sudah ditentukan. “Hanya untuk Fase C kelas 5 dan 6 ada tambahan tugas membuat kerajinan, siswa membuat rumah adat dan buku  diary  P5 dari kardus,” terusnya

Setelah kontektual,  Tuti meneruskan, barulah para siswa melakukan aksinya setiap hari Jum’at dan Sabtu untuk kegiatan khusus P5 nya, disitu siswa mulai berlatih menari dengan cara berkolaborasi.

Taget dari kegiatan P5 ini selain mengenal keberagaman adat budaya Indonesia, “peserta didik dapat menghormati, mencintai, menghargai dan mau melestarikan budaya Nusantara,” harapnya. (NJ)

RELATED ARTICLES

Most Popular

PRESTASI SISWA/SEKOLAH

video youtube