Category: RUANG SISWA

  • Kenzi Putra Fadilah, Siswa SDN Duren Seribu 04 Raih Juara 2 Lomba Kriyaan Tingkat Provinsi Jawa Barat

    Kenzi Putra Fadilah, Siswa SDN Duren Seribu 04 Raih Juara 2 Lomba Kriyaan Tingkat Provinsi Jawa Barat

    Swara Pendidikan (Bojongsari, Depok) – Di usia yang baru menginjak 12 tahun, Kenzi Putra Fadilah telah membuktikan bahwa kreativitas bisa lahir dari barang bekas. Siswa kelas 6 SDN Duren Seribu 04 ini berhasil meraih Juara 2 Lomba Kriya anyaman Tingkat Provinsi Jawa Barat, berkat ketekunan dan imajinasinya dalam mengubah botol plastik menjadi karya seni bernilai tinggi.

    Pengumuman kemenangan Kenzi disampaikan usai pelaksanaan upacara di Balai Kota Depok, pada Senin (20/10/2025). Kabar itu langsung disambut bangga oleh pihak sekolah dan guru pembimbingnya, Dian, yang sejak awal melihat potensi besar dalam diri Kenzi.

    “Kenzi sudah terlihat berbakat sejak duduk di kelas 5. Ia senang bereksperimen dengan bahan bekas dan punya ketelitian tinggi,” kata Dian kepada Swara Pendidikan di SDN Duren Seribu 04.

    Bakat itu tak muncul begitu saja. Pada tahun 2024, Kenzi pertama kali ikut lomba kriya tingkat Kecamatan Bojongsari dan meraih juara 1 dengan karya berbentuk tank. Kemenangan itu membawanya ke tingkat Kota Depok, di mana ia kembali menorehkan prestasi lewat karya pajangan naga dengan pencahayaan, yang juga meraih juara pertama.

    Dari sana, langkah Kenzi berlanjut ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Kali ini, ia menciptakan karya bertema elang dan ular naga dari empat dus botol air mineral ukuran 600 ml. Karya tersebut bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga multifungsi—dapat menjadi penerang ruangan, bergerak, dan mengeluarkan aroma terapi.

    “Karyanya tidak hanya indah, tapi juga inovatif. Inilah yang membuatnya menonjol hingga meraih juara dua di tingkat provinsi,” terang Dian penuh kebanggaan.

    Kenzi mengaku proses pembuatan karyanya memakan waktu sekitar sebulan. Ketelatenannya berasal dari lingkungan keluarga. Sang ayah, Fiki Fadilah, bekerja di bidang kerajinan tangan dan sering mengajaknya membuat berbagai benda unik sejak kecil.

    “Saya belajar dari ayah. Waktu kecil saya sering lihat beliau membuat robot atau hiasan dari bahan bekas. Dari situ saya jadi suka membuat kriya,” tutur Kenzi sambil tersenyum malu.

    Sang ibu, Eka Susanti, saat dikonfirmasi awak media, ia menceritakan bahwa sejak kecil Kenzi gemar memegang alat-alat kerja ayahnya.

    “Bapaknya membiarkan dia ikut bereksperimen sejak kecil. Mungkin karena itu, Kenzi terbiasa berkreasi dan tidak takut mencoba hal baru,” kata Eka dengan bangga.

    Bagi Dian, prestasi Kenzi adalah bukti nyata bahwa potensi anak bisa berkembang jika diberi ruang dan dukungan yang tepat.

    “Sebagai guru, kita harus jeli melihat bakat siswa. Banyak anak punya kemampuan luar biasa, hanya belum percaya diri untuk menunjukkannya. Kenzi menjadi contoh bahwa bimbingan kecil bisa menghasilkan prestasi besar,” tutup Dian.

    Editor : Nurjaya Saputra

     

  • Market Day SD Muhammadiyah Meruyung: Tanamkan Jiwa Wirausaha yang Kreatif dan Jujur Sejak Dini

    Market Day SD Muhammadiyah Meruyung: Tanamkan Jiwa Wirausaha yang Kreatif dan Jujur Sejak Dini

    Swara Pendidikan (Limo, Depok)- SD Muhammadiyah Meruyung menggelar kegiatan Market Day dengan tema “Membangun Semangat Kewirausahaan yang Kreatif, Inovatif, dan Berlandaskan Kejujuran” pada Rabu (8/10/2025), di lapangan sekolah.

    Market Day menghadirkan total 10 stand usaha siswa, yang terbagi atas 4 stand dari kelas 1, 3 stand dari kelas 2, dan 3 stand dari kelas 3. Produk yang dijajakan siswa meliputi makanan ringan, minuman segar, serta kerajinan tangan hasil buatan sendiri dengan bantuan orang tua. Siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan nilai-nilai kewirausahaan yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam suasana yang menyenangkan.

    Kepala SD Muhammadiyah Meruyung, Ade Irma Gunawan menjelaskan bahwa Market Day merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang bertujuan untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi pelajaran di kelas, sekaligus menumbuhkan karakter dan kompetensi peserta didik.

    “Dalam pembelajaran kokurikuler, terdapat tiga aspek penilaian utama, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemandirian, serta kerja sama,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Ade Irma mengatakan kegiatan ini menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan, di mana siswa belajar secara langsung tentang dasar-dasar kewirausahaan, mulai dari menjajakan produk sendiri hingga mengelola keuangan sederhana.

    “Melalui interaksi dengan teman, guru, dan orang tua sebagai pelanggan, siswa dapat melatih keterampilan komunikasi, negosiasi, hingga kerja tim,” imbuhnya.

    Salah satu perwakilan orang tua dari kelas 2, Nur Afni, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai Market Day tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukatif yang bisa membentuk karakter anak.

    “Kegiatan ini sangat seru, menarik, dan edukatif. Anak-anak jadi lebih kreatif dan belajar berniaga dengan jujur. Semoga mereka selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitasnya,” ujarnya. (Amr)

     

  • Himpaudi Depok Gaungkan Deep Learning Lewat Festival Anak Muslim

    Himpaudi Depok Gaungkan Deep Learning Lewat Festival Anak Muslim

    Swara Pendidikan (Limo,  Depok)- Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Depok sukses menggelar Festival Anak Muslim selama dua hari, Selasa dan Rabu (7–8 Oktober 2025) di Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri, Kecamatan Limo, Kota Depok.

    Kegiatan ini sebagai upaya penanaman nilai-nilai rukun Islam melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Sebanyak 6.500 anak dari 361 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Depok turut ambil bagian dalam festival tersebut.

    Pada hari pertama, tercatat 3.315 peserta yang berasal dari lima kecamatan, yaitu Pancoran Mas, Beji, Cipayung, Limo, dan Sawangan. Sementara pada hari kedua, sebanyak 3.185 siswa dari enam kecamatan lainnya, yakni Cimanggis, Cinere, Bojongsari, Sukmajaya, Cilodong, dan sebagian dari Limo, mengikuti kegiatan yang sama.

    Ketua Pengurus Daerah Himpaudi Kota Depok, Hj. Suryati, menjelaskan bahwa festival ini merupakan implementasi nyata dari konsep deep learning yang mulai diterapkan dalam pendidikan anak usia dini.

    “Pembelajaran mendalam bukan sekadar mengenalkan konsep secara teoritis, tetapi harus disertai dengan aksi nyata yang dapat dirasakan dan diinternalisasi oleh anak,” ungkapnya kepada Swara Pendidikan, Rabu (8/10/25).

    Melalui festival ini, sambung Suryati, anak-anak diajak untuk mengenal dan mempraktikkan lima rukun Islam: syahadat, salat, zakat/infaq, puasa, dan haji. “Kegiatan ini, ruang bagi para pendidik untuk memahami dan menerapkan pembelajaran bermakna yang tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga proses dan pengalaman anak dalam belajar,” terangnya.

    Salah satu pendidik dari PAUD Sanggar Iqro Cahaya Ibu, Kecamatan Sukmajaya, Nining, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat berdampak positif bagi perkembangan karakter anak.

    “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena peserta didik jadi lebih mengenal nilai-nilai Islam, terutama rukun Islam. Alhamdulillah, para orang tua juga sangat antusias dan memberikan dukungan penuh,” tutur Nining.

    Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan dan Pendidikan Masyarakat (PKBM) Dinas Pendidikan Kota Depok, Abdul Manan. Menurutnya, inisiatif Himpaudi Depok sejalan dengan kurikulum merdeka serta program pembelajaran kontekstual yang digaungkan pemerintah.(Amr)

     

     

     

     

  • Lomba Internal SDN Sawangan 02 Siapkan Bibit Unggul Menuju Ajang LLP Sawangan

    Lomba Internal SDN Sawangan 02 Siapkan Bibit Unggul Menuju Ajang LLP Sawangan

    Swara Pendidikan (Sawangan, Depok)– SDN Sawangan 02 menggelar berbagai lomba dalam rangka menggali potensi dan bakat siswa selama dua hari dan diakhiri pada Rabu (8/10/2025). Kegiatan lomba berlangsung di halaman sekolah dengan beragam mata lomba, di antaranya adzan, kaligrafi, fashion show, pidato, dan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ).

    Ketua panitia lomba, Evha, yang juga merupakan anggota Komite SDN Sawangan 02, mengatakan bahwa Kegiatan lomba ini sebagai ajang persiapan menuju Lomba-Lomba Pendidikan (LLP) tingkat Kecamatan Sawangan.

    “Alhamdulillah, sejak kemarin kegiatan berjalan lancar. Lomba ini kami adakan untuk melatih keberanian siswa tampil di depan umum sekaligus menggali potensi dan bakat yang mungkin masih terpendam,” ungkap Evha kepada Swara Pendidikan, Rabu (8/10/2025).

    Ia menambahkan, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 turut berpartisipasi dalam lomba tersebut. “Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul bibit-bibit unggul yang kelak dapat mewakili sekolah dalam ajang LLP tingkat kecamatan,” jelasnya.

    Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan komite dalam mendukung kemajuan SDN Sawangan 02.

    “Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana pembinaan karakter, peningkatan kreativitas, serta memperkuat kepercayaan diri siswa untuk berprestasi di berbagai bidang,” pungkas Evha. (Dib)

  • Maritza, Bintang Kecil SDN Tugu 10: Pandai Bernyanyi dan Jago Akting

    Maritza, Bintang Kecil SDN Tugu 10: Pandai Bernyanyi dan Jago Akting

    Swara Pendidikan (Cimanggis, Depok)– Penampilan bernyanyi solo dari Fahriani Syifa Maritza, siswi kelas 3A dengan suaranya yang merdu berhasil memukau para guru, teman-teman, dan orang tua yang hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Tugu 10, pada Rabu (1/10/2025)

    Maritza, sapaan akrabnya, bukanlah anak biasa. Sejak kecil, ia menunjukkan bakat di bidang seni, khususnya olah vokal. Terbaru, Maritza berhasil meraih juara ke 2 lomba menyanyi solo tingkat Kota Depok di Pesona Square, Sukmajaya, September lalu, mewakili sekolahnya. Ke depan, Maritza direncanakan mengikuti ajang serupa di tingkat provinsi.

    Ibunda Maritza, Eulis menuturkan, bakat menyanyi anak bungsu dari lima bersaudara itu sudah terlihat sejak dini. Meski awalnya pemalu, ia kemudian menunjukkan potensi besar dalam seni suara.

    “Awalnya Maritza pendiam, tapi saya lihat ada bakat. Lalu saya ikutkan teater, musik, dan terakhir les vokal di CNTS. Dari situ makin berkembang,” ungkap Bunda Eulis.

    Tidak hanya menyanyi, Maritza juga menekuni dunia seni peran. Bahkan, ia ikut terlibat dalam film layar lebar Tukar Takdir yang rencananya tayang pada awal Oktober 2025. Sebelumnya, ia juga pernah tampil dalam sejumlah film pendek serta iklan bersama beberapa artis, di antaranya Inzi Storia, Melanie Putria, hingga bintang papan atas Nicholas Saputra.

    “Alhamdulillah, selain iklan dan film, Maritza juga terlibat dalam drama musikal yang akan digelar pada November mendatang. Semua ini mengalir saja, saya hanya berusaha mengarahkan ke kegiatan positif,” tutur sang ibu.

    Di balik segudang prestasinya, perjalanan Maritza tidak lepas dari ujian hidup. Sejak ditinggal ayahnya, ia kerap merasa sedih. Namun sang ibu berusaha mengalihkan kesedihan itu dengan mendorongnya menyalurkan bakat di bidang seni.

    “Yang penting Maritza tetap jadi anak salihah, menjaga adab, dan bisa membanggakan ayahnya di surga,” harap ibundanya dengan mata berkaca-kaca.

    Kini, Maritza menjadi kebanggaan sekolah dan keluarga. Dukungan guru, teman-teman, serta ibunya membuatnya semakin percaya diri melangkah menatap masa depan sebagai penyanyi sekaligus aktris cilik berbakat. (Nurjaya SP)

     

  • Grup Tari SDN Mekarjaya 21 Depok Raih Juara 2 Lomba Tari Internasional di Singapura

    Grup Tari SDN Mekarjaya 21 Depok Raih Juara 2 Lomba Tari Internasional di Singapura

    Swara Pendidikan  (Sukmajaya, Depok)– Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Arawinda Isaura Digjaya, siswi kelas 5 SDN Mekarjaya 21, Sukmajaya, kota Depok berhasil meraih juara 2 dan berhak membawa pulang trofi perak (Silver Trophy) dalam ajang Lomba Tari Tingkat Internasional, Asia Arts Festival Singapore 2025 yang diselenggarakan di Singapura pada 12–19 Juli 2025.

    Dalam kompetisi bergengsi tersebut, grup tari SDN Mekarjaya 21 menampilkan tarian berjudul Bhineka. Penampilan yang memukau para juri berhasil membawa mereka menduduki posisi kedua di antara peserta dari berbagai negara.

    Kepala SDN Mekarjaya 21, Eko A. Purwaningsih, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas prestasi yang telah diraih para siswanya di kancah internasional.

    “Alhamdulillah, SDN Mekarjaya 21 berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Tari Asia Arts Festival Singapore 2025, tingkat Internasional di Singapura pada tanggal 17 Juli 2025 dan memperoleh piala Silver. Ini adalah pencapaian yang luar biasa,” kata Eko melalui keterangan tertulisnya pada Minggu malam, 19 Juli 2025.

    Menurut Eko, pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Kota Depok dan Indonesia di kancah internasional.

    “Prestasi ini memberikan semangat luar biasa bagi para siswa lainnya. Semoga menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” imbuhnya.

    Ajang Lomba Tari Tingkat Internasional di Singapura tersebut diikuti oleh berbagai sekolah dari sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Timur. Penilaian mencakup aspek teknik tari, kostum, kekompakan, ekspresi, serta penghayatan terhadap tema yang dibawakan. (Jaya)

     

  • Gaizka Alifia Ramadhani, Siswi SDN Depok 2 Juara 1 ON MIPA Kecamatan Pancoranmas

    Gaizka Alifia Ramadhani, Siswi SDN Depok 2 Juara 1 ON MIPA Kecamatan Pancoranmas

    Dari (ki-ka) : KS Maria Ulfah, S.Pd, Gaizka Alifia Ramadhani, Pembina : Hemi Eka Novianti, S.Pd dan Ujang Toni, S.Pd

    Swara Pendidikan (Pancoranmas, Depok) – Gaizka Alifia Ramadhani, siswi SD Negeri Depok 2, berhasil meraih Juara 1 dalam Olimpiade Nasional (ON MIPA) cabang mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tingkat SD se-Kecamatan Pancoranmas, di SDN Anyelir 1 pada Selasa, 18 Februari 2025.

    “Bahagia, serasa mau nangis tetapi tidak bisa karena tidak menyangka bisa menjuarai perlombaan ini,” ungkap Gaizka dengan wajah ceria, saat ditemui di sekolahnya pada Jumat, 21 Februari 2025

    Gaizka mengatakan hal yang dilakukan sebelum perlombaan, dirinya mengikuti bimbingan dan latihan yang diberikan oleh guru-guru di sekolah serta latihan ekstra yang dikerjakan di rumah.

    “Setelah orang tua dan nenek tahu aku juara, perasaannya senang banget dan terharu. Di keluarga, baru aku yang bisa meraih Juara 1. Terima kasih untuk semua guru, teman-teman, dan kepala sekolah yang sudah mendukung, membimbing, dan mensupport aku,” imbuhnya.

    Kepala SD Negeri Depok 2, Maria Ulfah, S.Pd menjelaskan, sebelum mengikutsertakan siswanya dalam lomba, pihak sekolah terlebih dahulu mengadakan seleksi di setiap kelas.

    “Kami melibatkan empat orang guru untuk membantu proses seleksi. Dari sekian banyak siswa yang kami seleksi, terpilih dua siswi yang mewakili sekolah dalam lomba pendidikan, baik di mata pelajaran Matematika maupun IPA,” jelas Maria.

    Sejak awal Februari, lanjut Maria, para guru memberikan pelatihan intensif untuk mematangkan persiapan siswa menjelang perlombaan. “Saya juga ikut terlibat langsung memberikan masukan serta memonitor perkembangan mereka,” ujarnya.

    Dia mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh siswanya.”Saya akan terus mendukung dan memberikan yang terbaik untuk peserta didik, baik dalam pengembangan bakat akademis maupun non-akademis,” tutup Maria. (Amr)

  • Siswa SDN Curug 01, Elvina Shaima Hermayanti Berpotensi Raih Juara FLS2N di Bidang Kriya

    Siswa SDN Curug 01, Elvina Shaima Hermayanti Berpotensi Raih Juara FLS2N di Bidang Kriya

    siswa SDN Curug 01 sedang berlatih membuat mobil mobilan bidang kriya yang dilombakan di Lomba Lomba Pendidikan.

    Swara Pendidikan (Bojongsari, Depok)– Elvina Shaima Hermayanti, siswa kelas 5C SDN Curug 01, menunjukkan potensi besar untuk meraih juara dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2025, khususnya di bidang kriya atau kerajinan tangan.

    Hal itu diyakini Kepala SDN Curug 01, Cecep Rohaidi, yang melihat potensi Elvina dan siswa lainnya dalam ajang lomba tersebut.

    “Elvina telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam membuat kriya berupa mobil-mobilan dari bamboo,” kata Cecep Rohaidi saat mendampingi pelatihan para siswa untuk persiapan LLP di SDN Curug 01, Selasa (18 Februari 2025).

    Menurut Cecep, hal itu di dasari pengalaman tahun lalu yang telah menunjukkan bahwa siswa-siswa SDN Curug 01 memiliki kemampuan yang kompetitif.

    “Pada Lomba Lomba Pendidikan (LLP) 2024, SDN Curug 01 berhasil meraih juara 1 di tingkat Kecamatan Bojongsari, serta juara 2 di tingkat Kota Depok, yang kemudian membawa mereka mewakili Kota Depok dalam lomba kriya tingkat Provinsi Jawa Barat,” terang dia.

    Selain di bidang kriya, Cecep Rohaidi juga menyoroti potensi siswa lain dalam lomba-lomba lainnya, seperti menyanyi solo, pantomim, cerita bocah Depok, dan gambar bercerita.

    Dia mengatakan, semua peserta saat ini tengah menjalani pelatihan intensif yang dibimbing oleh guru Devi Damayanti.

    “Semoga semua siswa yang mengikuti lomba bisa meraih juara, baik di tingkat Kecamatan Bojongsari maupun di tingkat Kota Depok. Kami optimis bahwa dengan latihan dan persiapan yang matang, mereka dapat memberikan hasil terbaik,” tutup Cecep. (Dib)

  • Bhrianlich Radhitya Wijaya, Siswa SDN Bojongsari 04 Siap Tampil di Turnamen Sepak Bola Internasional

    Bhrianlich Radhitya Wijaya, Siswa SDN Bojongsari 04 Siap Tampil di Turnamen Sepak Bola Internasional

    Bhrianlich Radhitya Wijaya, Siswa SDN Bojongsari 04.

    Swara Pendidikan (Bojongsari, Depok)- Atlet sepak bola, siswa kelas 6 SDN Bojongsari 04, Bhrianlich Radhitya Wijaya akan mengikuti turnamen sepakbola internasional U-12 di Selangor, Malaysia bersama timnya Tangsel Junior, Football Academy pada turnament sepak bola Royal Selangor Cup.

    Bhrianlich Radhitya Wijaya  akan berangkat pada 5-9 Desember 2024. “Mari kita doa Bhrianlich Radhitya Wijaya  supaya berhasil meraih prestasi, membanggakan dirinya, orang tua, dan sekolahnya,” kata  Kepala SDN Bojongsari 04, Rohimah di ruang kerjanya, Jumat (29/11/2024).

    Mudah- mudahan  Bhrianlich Radhitya Wijaya dijaga kesehatannya bersama timnya, do’a Rohimah, semoga bisa meraih prestasi sesuai yang diharapkan.

    Saat dikonfirmasi Swara Pendidikan di sekolahnya, Bhrianlich Radhitya Wijaya mengatakan  berlatih sepak bola sudah dari kelas 3 SD,  dan saat ini bergabung di Putra Ralin.

    “Cita cita saya menjadi pemain sepakbola Nasional, masuk di Timnas,” pungkasnya. (Dib)

  •  Siswa SDN Pondok Petir 01, Muhammad Hadziq Arianto Juara  Harapan 2  Tingkat Nasioal  Kejuaraan Catur

     Siswa SDN Pondok Petir 01, Muhammad Hadziq Arianto Juara  Harapan 2  Tingkat Nasioal  Kejuaraan Catur

    Pecatur Muhammad Hadziq Arianto memegang piala juara harapan 2 di BBPPMPV yang diselenggarakan PERCASI.

    Swara Pendidikan (Sawangan, Depok)- Siswa kelas 2 SDN Pondok Petir 01, Muhammad Hadziq Arianto kembali meraih prestasi membanggakan di cabang olahraga catur tingkat nasional.

    Dia berhasil meraih juara harapan 2 tingkat nasional kelompok usia 7  di kejuaraan catur yang di ikuti 35 pecatur kelompok usia 7 tahun dari berbagai daerah di Indonesia.

    Kejuaraan catur tersebut digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI)  di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata Raya Parung-Ciputat, Kelurahan Bojongasari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok  pada pertengahan Nopember 2024 lalu.

    Muhammad Hadziq Arianto merupakan anak kedua dari ibu yang bernama Shella. mengatakan putranya  berhasil menjadi juara 2 harapan tingkat nasional  dalam lomba catur tahun  di P4TK (sebutan BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata).

    Muhammad Hadziq Arianto berlatih sejak usia 3 tahun. Dia berlatih di ACC (Amirah Chess Course) dan juga di Koni Tanggerang Selatan (Tangsel).

    Prestasi yang sudah diraih Muhammad Hadziq Arianto, di antaranya Juara 2  JMCC  2024 Jakarta pada Pebruari 2024. Juara 3  JMCC  (April 2024). Juara 3 junior U7 di Bogor pada Januari 2024

    Kepala SDN Pondok Petir 01, Pasni  saat dikonfirmasi pada Kamis, 28 November 2024, merasa  gembira dan bangga atas prestasi yang diraih siswanya.

    “Kami  bangga, senang dan gembira, Muhammad Hadziq Arianto sudah bisa mengharumkan nama SDN Pondok Petir 01 dikancah  nasional dalam cabor catur,” tuturnya.

    Dia berharap ada siswa lainnya yang dapat berprestasi di cabang olahraga lainnya.  (Dib)