• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Tuesday, February 3, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

BEST PRACTICE SEBAGAI UPAYA PENUNJANG PROFESIONALITAS GURU

by SWARA PENDIDIKAN
22 April 2024
in Artikel Guru
0
BEST PRACTICE  SEBAGAI UPAYA PENUNJANG PROFESIONALITAS GURU

Kegiatan pelatihan dan pendidikan bagi guru pada dasarnya merupakan suatu bagian yang integral dari manajemen dalam bidang ketenagaan di sekolah dan merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan guru sehingga pada gilirannya diharapkan para guru dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Dengan kata lain, mereka dapat bekerja secara lebih produktif dan mampu meningkatkan kualitas kinerjanya. Alan Cowling & Phillips James (1996 :110) memberikan rumusan pelatihan sebagai: “Perkembangan sikap/pengetahuan/keterampilan pola kelakuan yang sistematis yang dituntut oleh seorang karyawan (baca : guru) untuk melakukan tugas atau pekerjaan dengan memadai.

Sejauh ini dapat dilihat bahwa persentase guru yang melakukan kegiatan penelitian baik berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maupun Praktik Baik (Best Practice) masih rendah.  walaupun diketahui bersama penulisan karya ilmiah ini wajib, khususnya bagi guru ASN karena merupakan salah satu syarat untuk kenaikan pangkat dan golongan. Rendahnya minat guru dalam menulis sebuah karya ilmiah dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

(1) guru malas membaca dan menulis, (2) guru sudah sibuk dengan kegiatan lain, seperti mengurus administrasi sekolah , melaksanakan KBM di kelas dan atau sudah sibuk mengurus keluarga, (3) guru tidak lama lagi pensiun, (4) guru terkendala dengan IT (information techonology), dan (5) persyaratan naik pangkat susah

BACA JUGA

Memahami Potensi Anak Sejak Dini: Kunci Pendidikan yang Lebih Tepat Arah

KESIAPAN GURU DAN SISWA DALAM MENYAMBUT PEMBELAJARAN SEMESTER GENAP

Guru Adalah Pelita yang Tak Tergantikan oleh Deru Dingin Algoritma

Hari Pertama 2026: Kembali Menata Hidup dalam Cahaya Iman

Salah satu jenis kegiatan untuk menunjang profesionalime guru adalah pendidikan dan pelatihan karya ilmiah yang yang disebut praktik terbaik (Best Practice). Best Practice adalah sebuah karya tulis yang menceritakan pengalaman terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapi oleh guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan sehingga mereka mampu memperbaiki mutu layanan pendidikan dan pembelajaran di sekolah (Apandi, 2018). Adapun Samosir (2017) menyatakan bahwa Best Practice adalah cerita keberhasilan terbaik dari guru kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan dalam menyelesaikan masalah ketika melaksanakan tugas.

Cerita keberhasilan terbaik bukan laporan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), Penelitian Tindakan Kelas (PTK), ataupun laporan Best Practice tetapi pada keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya.

Kita semua memahami bahwa guru adalah jabatan profesi yang dijamin UndangUndang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 sehingga seorang guru wajib melaksanakan tugasnya secara profesional. Pada pasal 7 (1) tercantum prinsip-prinsip profesionalias, yakni profesi guru (dan juga profesi dosen) merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut ini: (a) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; (b) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; (c) memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; (d) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; I memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan; dst. Dengan demikian, seorang guru dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja, idealis (bebas dari tekanan pihak luar), cepat (produktif), tepat (efektif), efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis, kewenangan pendidikan, pengakuan Masyarakat.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan profesional. Untuk itu, profesionalisme guru senantiasa dituntut agar terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapabilitas untuk mampu bersaing di forum regional, nasional, dan internasional. Sehubungan dengan hal tersebut, seorang guru wajib terus-menerus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan siswa memiliki keterampilan belajar, mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be), keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do), dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together).

Pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi, dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan. Adapun kegiatan pengembangan profesi yang dimaksud adalah 1) membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan, 2) menemukan teknologi di bidang pendidikan, 3) membuat alat pelajaran/alat peraga atau alat bimbingan, 4) menciptakan karya seni, dan mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum, 5) menulis buku, 6) menulis modul (Permendiknas No 18 tahun 2007). Dengan demikian, menulis karya ilmiah merupakan salah satu pilihan kegiatan yang penting dilakukan guru guna mendukung pencapaian puncak karir atau jabatannya.

Sesuatu yang patut diapresiasi tentunya atas keberhasilan guru-guru yang sudah mempunyai karya ilmiah dalam bentuk apapun. Karena dengan demikian menandakan bahwa guru tersebut sudah menjadi bagian dari agen perubahan yang selalu mengupgrade diri mengikuti perkembangan kebutuhan pendidikan. **


Oleh : Eman Sutriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Memahami Potensi Anak Sejak Dini: Kunci Pendidikan yang Lebih Tepat Arah
Artikel Guru

Memahami Potensi Anak Sejak Dini: Kunci Pendidikan yang Lebih Tepat Arah

by SWARA PENDIDIKAN
23 January 2026
0
0

Setiap anak terlahir unik. Namun dalam praktik pendidikan dan pengasuhan,...

Read more
KESIAPAN GURU DAN SISWA DALAM MENYAMBUT PEMBELAJARAN SEMESTER GENAP

KESIAPAN GURU DAN SISWA DALAM MENYAMBUT PEMBELAJARAN SEMESTER GENAP

16 January 2026
0
Guru Adalah Pelita yang Tak Tergantikan oleh Deru Dingin Algoritma

Guru Adalah Pelita yang Tak Tergantikan oleh Deru Dingin Algoritma

15 January 2026
0

Hari Pertama 2026: Kembali Menata Hidup dalam Cahaya Iman

2 January 2026
0

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Dari Administrasi Menuju Pemimpin Pembelajaran

8 December 2025
0

Guru Gen Z di Tengah Kelas Gen Alpha: Peluang dan Tantangan di Era Digital

6 November 2025
0
Next Post
Peringati Hari RA Kartini, SDN Sukamaju Baru 1 Gelar Peragaan Busana

Peringati Hari RA Kartini, SDN Sukamaju Baru 1 Gelar Peragaan Busana

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In