Swara Pendidikan (Cimanggis, Depok)– Penulis sekaligus pengamat kebijakan publik, Ahmad Bahar, meluncurkan buku terbarunya berjudul Raport Merah Sang Jenderal: Listyo Sigit Prabowo di Keko Café, Kompleks Bukit Cengkeh, Cimanggis, Rabu (11/2/2026). Buku tersebut mengulas program, capaian, serta catatan kritis terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Ahmad Bahar menjelaskan, buku setebal sekitar 220 halaman itu mulai disusunnya sejak awal Desember 2025. Dia mengumpulkan berbagai referensi, data, serta dokumen pendukung guna memastikan isi buku tetap informatif dan berbasis fakta.
“Isinya lebih ke program Pak Listyo dan prestasi, sekaligus evaluasi. Saya mulai menulis sejak awal Desember 2025,” kata Bahar kepada Wartawan yang hadir.
Menurutnya, kelengkapan data menjadi fokus utama dalam proses penulisan agar pembahasan mengenai kebijakan dan kinerja Kapolri dapat disajikan secara komprehensif. Dia menilai pendekatan berbasis data penting agar kritik yang disampaikan tetap objektif.
Selain menyoroti aspek kepemimpinan, buku tersebut juga membahas implementasi reformasi kepolisian. Bahar menilai sejumlah persoalan klasik di tubuh Polri masih terjadi, seperti dugaan kriminalisasi hukum dan penegakan hukum yang dinilai belum konsisten.
Dia juga menyinggung jargon Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang menjadi program unggulan Polri. Menurutnya, konsep tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam praktik di lapangan. Keluhan masyarakat, seperti lambannya penanganan laporan hingga muncul istilah “No Viral No Justice”, disebut masih sering terdengar.
Karya terbaru ini menambah daftar panjang buku bertema tokoh publik yang telah ditulisnya. Pada 2024, namanya sempat menjadi perhatian publik setelah menerbitkan buku Gibran The Next President.
Bahar mengaku telah berkecimpung di dunia literasi selama hampir dua dekade dan menghasilkan sekitar 150 judul buku.
“Ada sekitar 150 judul buku yang sudah saya tulis,” katanya.
Peluncuran buku terbarunya ini kembali menegaskan konsistensinya dalam dunia literasi. Bahar menyatakan, penulisan buku dilakukan dengan mengutamakan data dan referensi agar pembahasan mengenai program serta capaian kinerja Kapolri dapat disajikan secara komprehensif dan objektif. (Harlis)




