Swara Pendidikan (Jepara) – Bentuk apresiasi atas pengabdian guru, SMP Negeri 5 Jepara memiliki tradisi unik dengan mengantar guru yang memasuki masa purna tugas hingga ke kediamannya. Tradisi ini menjadi wujud penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas dedikasi panjang dalam dunia pendidikan.
Kepala SMPN 5 Jepara, Edy Suyanto, M.Pd., mengatakan bahwa tradisi tersebut merupakan inisiatif sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap guru yang telah mengabdikan diri. Sebelumnya, guru yang purna tugas biasanya hanya menyelesaikan administrasi lalu pulang secara mandiri.
“Ini bentuk perhatian dan kepedulian sekolah atas dedikasi dan pengabdian Bapak Priyono, S.Pd., yang telah mengajar selama 30 tahun. Kami mengantarnya dari sekolah hingga ke rumah bersama rekan guru yang searah, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya,” ujar Edy Suyanto di ruang guru, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, pada tahun 2026 ini terdapat dua guru yang telah memasuki masa purna tugas, dan keduanya mendapatkan perlakuan yang sama. Selain itu, pihak sekolah juga tetap menjalin silaturahmi dengan para guru purna tugas melalui berbagai kegiatan, seperti tadarus Al-Qur’an bersama serta halal bihalal saat Idulfitri.
Edy berharap, meski telah purna tugas, para guru tetap berkontribusi bagi kemajuan sekolah, baik melalui pemikiran, doa, maupun dukungan lainnya.
“Jangan tinggalkan kami begitu saja. Kami masih membutuhkan sumbang saran demi kemajuan sekolah ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Priyono, S.Pd., mengaku bersyukur dapat mengabdi selama 30 tahun di SMPN 5 Jepara. Ia menilai kebersamaan dan kekompakan antar guru menjadi salah satu kekuatan utama di sekolah tersebut.
“Saya sudah berusaha mentransfer ilmu semaksimal mungkin. Soal hasil, kita serahkan kepada Tuhan. Yang penting kita sudah berusaha sebagai bekal di akhirat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf kepada seluruh rekan guru dan siswa apabila selama bertugas terdapat kekhilafan. Kepada guru-guru muda, Priyono berpesan agar terus berinovasi dan menjaga semangat dalam mendidik.
“Mari berlomba-lomba dalam kebaikan, tetap berprestasi, dan terus energik dalam membangun siswa yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa,” pungkasnya.
(Ficky Amalia/OC)






