Swara Pendidikan (Pancoranmas, Depok) – SDN Depok Baru 1 menggelar kegiatan santunan dan penyaluran zakat kepada 50 siswa yatim, piatu, dan dhuafa di halaman sekolah, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian antarsesama warga sekolah.
Santunan diberikan kepada 19 siswa yatim dan 31 siswa piatu dhuafa. Kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pesantren Ramadan yang berlangsung selama tiga hari, yakni Rabu hingga Jumat (11–13/3/2026).
Penyaluran zakat dan santunan juga menjadi penutup kegiatan Pesantren Ramadan (Sanlat) yang secara resmi ditutup oleh pengawas SD se-Kecamatan Pancoranmas.
Guru Pendidikan Agama Islam sekaligus Ketua Panitia Pesantren Ramadan dan Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SDN Depok Baru 1, Andi Basyuni, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dinas Pendidikan Kota Depok terkait pelaksanaan Pesantren Ramadan di sekolah.
“Sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, ada instruksi dari Dinas Pendidikan Kota Depok mengenai penyelenggaraan Pesantren Ramadan. Kami merespons dengan mengadakan kegiatan pesantren selama tiga hari,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, pada hari pertama sanlat siswa menerima materi tentang hikmah puasa serta pembacaan doa-doa harian. Hari kedua diisi dengan salat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an di kelas masing-masing, serta materi fikih ibadah seperti wudhu, tayamum, dan thaharah. Kegiatan juga dilengkapi dengan hafalan surat-surat pendek dan doa harian.
“Pada hari ketiga, kegiatan ditutup dengan salat Dhuha, tadarus bersama, serta penyaluran zakat dan santunan kepada siswa yang membutuhkan,” katanya.
Menurut Andi, kegiatan berbagi kepada anak yatim, piatu, dan dhuafa merupakan tradisi yang rutin dilakukan sekolah setiap bulan Ramadan.
Sementara itu, Kepala SDN Depok Baru 1, Ika Mulyani, menyampaikan bahwa dana kegiatan berasal dari infak siswa selama Ramadan, sumbangan orang tua siswa, serta kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, siswa, orang tua, koordinator kelas (korlas), dan komite sekolah yang telah membantu menyukseskan program ini, khususnya kegiatan berbagi pada penutupan sanlat,” ujar Ika.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial pada siswa serta mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua.
“Semoga melalui kegiatan berbagi ini, anak-anak semakin mencintai sesama teman yang membutuhkan dan hubungan kekeluargaan antara sekolah serta orang tua siswa semakin kuat,” tutupnya. (Amr)




