Swara Pendidikan (Bogor) — Momen Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan refleksi sejarah Islam melalui Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Sahabat yang digelar di Gedung Laga Satria, Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pameran yang berlangsung hingga 18 Maret 2026 ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum.
Bertempat di kawasan Stadion Pakansari, kegiatan ini menarik perhatian warga dari berbagai daerah yang ingin menyaksikan secara langsung koleksi artefak peninggalan Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Puluhan Koleksi Artefak Otentik
Dalam pameran tersebut, dipamerkan sekitar 45 hingga 75 koleksi artefak yang disebut sebagai peninggalan otentik Rasulullah SAW. Beberapa di antaranya meliputi rambut, janggut, sorban, tongkat, hingga darah bekam Nabi.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai benda bersejarah lainnya seperti tapak kaki, sandal, siwak, jubah, serta wadah minum yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya itu, pedang para sahabat Nabi turut menjadi bagian dari koleksi yang dipamerkan.
Salah satu koleksi khusus yang menarik perhatian adalah kiswah Ka’bah dari berbagai generasi, yang memberikan gambaran sejarah perkembangan penutup Ka’bah dari masa ke masa.

Sarana Edukasi dan Penguatan Cinta Rasul
Penyelenggara menyampaikan bahwa pameran ini tidak sekadar menghadirkan benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah Islam bagi generasi muda. Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan perjuangan para sahabat.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW serta memperkuat nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah pengunjung mengaku terharu dan mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam setelah menyaksikan langsung koleksi artefak Rasulullah SAW.
Siti Aminah (34), warga Cibinong, mengaku datang bersama keluarganya untuk mengisi waktu ngabuburit. “Saya merasa merinding dan terharu. Melihat langsung peninggalan Rasulullah SAW membuat saya semakin sadar betapa besar perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam,” ungkapnya kepada Swara Pendidikan, Rabu (4/3/26)
Hal senada disampaikan Ahmad Fauzan (21), mahasiswa asal Bogor. Ia menilai pameran ini sangat edukatif, terutama bagi generasi muda. “Ini bukan sekadar pameran, tapi pembelajaran sejarah Islam yang hidup. Anak-anak muda jadi bisa lebih dekat dengan sosok Nabi dan para sahabat,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk berziarah ilmiah dan memperdalam wawasan keislaman bersama keluarga.
Dengan akses gratis dan lokasi yang strategis di kawasan Cibinong, pameran ini menjadi salah satu agenda religi-edukatif yang layak dikunjungi selama bulan suci Ramadhan 1447 H. (Gus JP)





















