Swara Pendidikan (Batam) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dengan mendukung pelaksanaan Workshop “Implementasi STEAM pada Pembelajaran Mendalam” yang digelar SMP IT Fajar Ilahi Bengkong, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan GTK Dinas Pendidikan Kota Batam, Mansur, S.Pd., M.M., yang hadir sekaligus memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, Mansur menyampaikan apresiasi dan rasa bangga pemerintah terhadap kontribusi sekolah swasta, khususnya sekolah Islam Terpadu (IT), dalam membentuk karakter peserta didik, terutama pada aspek diniyah.
“Pemerintah Kota Batam sangat mengapresiasi kehadiran sekolah swasta, termasuk sekolah IT, yang turut membantu mencetak generasi berkarakter dan berakhlak,” ujar Mansur.
Ia juga menyinggung sejumlah regulasi terbaru, di antaranya Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman. Menurutnya, salah satu upaya nyata untuk merealisasikan standar proses tersebut adalah melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Haryati Dinniasari, S.Pd., Gr., narasumber bersertifikasi STEAM dari Kemendikdasmen sekaligus pengajar di SMPS IT Imam Syafi’i Nongsa, yang berada di bawah naungan Yayasan Islam Al Kahfi Batam.
Pada sesi materi, Haryati menjelaskan konsep STEAM yang merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics. Ia memaparkan karakteristik utama pembelajaran STEAM, seperti penyelesaian masalah, praktik saintifik dan rekayasa, serta integrasi lintas disiplin ilmu.
Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan tahapan implementasi STEAM dalam pembelajaran mendalam, mulai dari empati, mengidentifikasi masalah, bertukar gagasan untuk menentukan solusi, hingga mendesain solusi. Materi juga mencakup integrasi Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) melalui pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner.
Usai pemaparan, peserta workshop diberikan kesempatan untuk praktik menyusun RPM melalui Lembar Kerja (LK) selama 30 menit. Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi kelompok. Beberapa contoh praktik yang dipresentasikan antara lain pembuatan cincau sebagai pembelajaran multidisipliner IPA dan PJOK, pengolahan sampah organik rumah tangga yang mengintegrasikan IPA, Matematika, dan PPKn, serta pembuatan tong sampah warna-warni untuk pemilahan sampah yang melibatkan mata pelajaran PPKn, IPA, dan Matematika.
Workshop berakhir pukul 12.00 WIB. Diharapkan, pelatihan ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di masing-masing unit sekolah dan memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran peserta didik.
“Masya Allah, acaranya luar biasa dan sangat bermanfaat. Semoga ilmu yang didapat berkah dan bisa diterapkan,” ungkap salah satu peserta workshop. (Supri)




