Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – SD Islam Darul Falah memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai Kisah Penuh Hikmah yang Menginspirasi untuk Rajin Belajar, Berakhlak Baik, dan Menggapai Masa Depan yang Cerah” pada Kamis (22/1/2026), di Masjid Jami Darul Falah, Sawangan.
Peringatan Isra Mi’raj yang diikuti siswa, dari kelas I hingga VI, dewan guru, serta orang tua siswa, dikemas secara edukatif dan ramah anak dengan menghadirkan pendongeng anak, Kak Wiwid, yang menyampaikan kisah perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW melalui metode dongeng interaktif.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh keceriaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti alur cerita, berinteraksi langsung dengan pendongeng, serta aktif menjawab pertanyaan yang disampaikan, sehingga pesan-pesan moral dan keislaman dapat diterima dengan baik.
Kepala SD Islam Darul Falah, Lustiawati, S.Pd, mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki nilai edukatif yang sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai religius, kedisiplinan, dan semangat belajar.
“Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga sarat pesan pendidikan. Anak-anak diajak memahami pentingnya disiplin, terutama dalam menjalankan salat, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk rajin belajar dan bersikap santun,” kata Lustiawati.
Menurut Lustiawati, metode penyampaian melalui dongeng merupakan pendekatan yang efektif bagi anak usia sekolah dasar karena lebih mudah dipahami dan membekas dalam ingatan siswa.
“Melalui dongeng, nilai-nilai keislaman dapat tersampaikan dengan cara yang ringan, menarik, dan menyenangkan, sehingga anak-anak tidak merasa digurui, tetapi justru termotivasi untuk meneladani nilai-nilai tersebut,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam perilaku sehari-hari siswa.
“Semoga pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga benar-benar diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat,” harapnya. (Amr)




