Swara Pendidikan (Beji, Depok) – Sejumlah siswa kelas XII Program Keahlian Perhotelan SMK Harapan Masa (Harmas) diwajibkan menyelesaikan karya tulis sebagai salah satu syarat utama kelulusan. Kebijakan ini diterapkan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengaplikasikan teori ke dalam praktik kerja lapangan (PKL) yang telah mereka jalani.
Kepala SMK Harmas, Dian Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa karya tulis tersebut bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk evaluasi akademik yang mencerminkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja, khususnya di industri perhotelan.
“Karya tulis ini bukan sekadar tugas, tetapi bukti nyata kemampuan siswa dalam mengaplikasikan teori di lapangan. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk memasuki industri perhotelan yang sangat kompetitif,” ujar Dian Kurniawan kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (16/12/2025).
Adapun topik karya tulis yang disusun siswa beragam dan disesuaikan dengan pengalaman PKL masing-masing.
Beberapa di antaranya mengangkat tema “Prosedur Check-in Tamu Hotel” hingga “Strategi Peningkatan Kepuasan Tamu pada Room Section”. Melalui proses ini, diharapkan lulusan SMK Harmas tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan analitis.
Salah satu siswa kelas XII.2 Perhotelan, Muhammad Rizqi, mengaku telah mempersiapkan karya tulis sejak awal memasuki kelas XII. Menurutnya, persiapan dini sangat membantu dalam menyelesaikan tugas tersebut tepat waktu.
“Saya sudah mulai menyiapkan karya tulis sejak awal kelas XII karena mengetahui bahwa karya tulis menjadi salah satu syarat kelulusan. Langkah pertama yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan guru pembimbing terkait materi dan judul,” ujarnya.
Rizqi dibimbing oleh Nico, selaku guru pembimbing. Setelah menentukan materi dan judul, ia melanjutkan proses penulisan dengan memperhatikan kaidah penulisan ilmiah serta mendapatkan arahan teknis untuk penyempurnaan naskah.
Karya tulis yang disusunnya berjudul “Peran Concierge dalam Melayani Tamu pada Proses Check-in di The Margo Hotel”, dengan ketebalan 85 halaman. Ia memilih topik tersebut karena pengalaman PKL yang dijalaninya di The Margo Hotel, khususnya pada bagian concierge.
“Kesulitan utama yang saya alami adalah saat memasukkan gambar ke dalam karya tulis dan mencari referensi materi. Namun, untuk aspek teknis pengetikan tidak terlalu sulit karena sejak SD dan SMP saya sudah terbiasa menggunakan laptop,” jelasnya.
Untuk menyempurnakan karyanya, Rizqi juga mempelajari hasil karya tulis kakak kelas sebelumnya sebagai referensi, terutama terkait struktur penulisan setiap bab.
Menurutnya, kewajiban menyusun karya tulis sangat bermanfaat, terutama bagi siswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Karya tulis ini sangat bagus sebagai bekal bagi siswa yang ingin kuliah. Kami jadi tidak kaget lagi ketika harus membuat skripsi dan menghadapi sidang,” tuturnya.
Rizqi pun berpesan kepada siswa kelas XI yang nantinya akan naik ke kelas XII agar mempersiapkan diri sejak dini.
“Kurangi bermain gim dan nongkrong, karena karya tulis membutuhkan fokus dan waktu. Saya sendiri sering begadang di rumah untuk menyelesaikannya karena waktunya cukup singkat,” pungkasnya. (Amr)




