
Swara Pendidikan (Tapos, Depok)– Kombel Inklusi kecamatan Tapos bekerjasama dengan psikolog, dan ahli dalam pendidikan inklusif menyelenggarakan parenting bagi orang tua ABK yang anaknya bersekolah di tingkat dasar di 11 kecamatan Kota Depok pada Rabu, 20 November 2024 di SDN Cilangkap 2.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan pendidikan inklusif di Kota Depok, di mana setiap anak, tanpa memandang latar belakang atau kebutuhan khusus, dapat berkembang dan belajar dengan cara yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Hadir di acara tersebut, Kasi kurikulum Disdik kota depok, Syahril Simamora, SS. MM, narasumber parenting, Dr. Wenny savitry S. Pandia, MSi seorang Psikolog, moderator sekaligus supporting kegiatan, Dr. Suharsiwi, M.Pd, Pembina pengawas kecamatan Tapos, Drs. Bahrudin M.Pd, pengawas inklusi, Tuti Suparyanti, S.Pd. MM, K3S Swasta, Suwiryo, S.E, S.Pd, Kepala SDN Sindangkarsa 2, Kholisoh.
Menurut ketua Kombel Inklusi kecamatan Tapos, Sulistyowati Triasih, Parenting bertujuan untuk memberikan dukungan kepada orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Parenting untuk memberikan kesadaran, pemahaman, wawasan kepada orag tua tentang problem anak berkebutuhan khusus, bagaimana peran orang tua, apa yang saja harus diperhatikan orang tua dalam mengasuhnya,” kata Sulis yang juga Kepala SDN Cilangkap 2.
Dia mengatakan kegiatan ini untuk memberikan informasi serta keterampilan bagi orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak ABK dengan pendekatan yang tepat di lingkungan rumah mereka.
“Kami membantu orang tua agar lebih paham dalam mendampingi perkembangan anak ABK, serta memberikan tips dan trik yang dapat diterapkan di rumah untuk mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan akademik anak,” tuturnya.
Selain itu, orang tua juga diberikan pemahaman tentang bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang ramah dan mendukung kebutuhan spesifik anak ABK.
“Waktu anak berada dirumah lebih banyak dibandingkan di sekolah, untuk itu perlu ada keselarasan dalam pengasuhan hingga anak istimewa ini ada dampak perkembangan
Moderator acara, sekaligus sebagai supporting kegiatan Dr. Suharsiwi, M.Pd mengatakan forum ini untuk bertukar fikiran, mungkin masih ada kekhawatiran, banyak pertanyaan bagaimana memberikan pengasuhan kepada anak berkebutuhan khusus atau anak istimewa.
Menurutnya, dalam proses memberikan pengasuhan, orang tua harus tuntas dulu dengan persoalan dirinya, bisa dewasa memenej emosi.
“Insya Allah jika orang tua sudah seperti itu akan bisa berfikir jernih dalam memberikan layanan yang terbaik untuk anak-anaknya,” ujar dosen UMJ itu.
Sementara itu, narasumber parenting, Dr. Wenny savitry S. Pandia, MSi yang juga seorang psikolog membahas berkenaan dengan lembaran pertanyaan-pertanyaan instrument yang diperlukan orang tua.
Kasi kurikulum Disdik kota depok, Syahril Simamora, SS. MM dalam sambutannya memberikan motivasi kepada orang tua yang hadir. “Anak adalah amanah. Kalau amanah itu diterima dan dijalankan dengan baik balasannya surga,” ucapnya.
Dia menyakini, anak berkebutuhan khusus punya potensi yang sama, punya kelebihan dan kekurangan. “Jadi orang tua gak usah takut dan khawatir. Orang tua jangan melihat sisi kekurangannya, tapi bagaimana menggali kelebihannya, tunjukan itu,” kata Syahril. (NJ Saputra)




