Wawang Buang: Patuhi Penggunaan BOS, Khususnya dalam Penyusunan ARKAS

by Redaksi
0 Komentar 114 Pembaca

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik, Wawang Buang

Swara Pendidikan (Baleka, Depok) – Dinas Pendidikan Kota Depok melalui Bidang Pembinaan SD mengingatkan kepada seluruh operator dan bendahara satuan pendidikan jenjang SD agar mematuhi ketentuan terhadap penggunaan Dana Operasional Sekolah (BOS), khususnya dalam rencana penyusunan anggaran sekolah.

Hal itu disampaikan Kabid Pembinaan SD, Wawang Buang pada pembukaan acara sosialisasi Aplikasi Rencana Kegiatan Sekolah (ARKAS) 4.0.7, di aula Gedung Baleka II lantai 10, Jumat (06/10/23).

“Sosialisasi ini penting dalam rencana penyusunan ARKAS, sehingga nantinya dapat di implementasikan secara langsung oleh tenaga operator pada awal November untuk mulai menyusun ARKAS ditahun 2024,” tandas Awang dihadapan 208 tenaga operator dan bendahara SD sekota Depok yang hadir diacara tersebut.

Awang menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah pusat dalam perencanaan rencana anggaran sekolah, semuanya berbasis aplikasi sistem.

“Makanya kami hadirkan langsung narasumber dari Kementrian, bapak  Yayan Paryani untuk memberikan informasi dan sosialisasi versi terbaru mengenai ARKAS 4.0.7. Jadi jangan sampai nanti temen-temen tertinggal informasi,” tandasnya.

ARKAS, dikatakan Awang, merupakan sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan serta pertanggungjawaban dana bantuan operasional sekolah di satuan pendidikan dasar dan menengah secara nasional.

“Teman-teman, tentunya sudah terbiasa menggunakan aplikasi ini. Nah, untuk penggunaanya jangan sampai nanti ada lagi teman-teman yang masih belanja langsung terkait kegiatan dan anggaran sekolah. Ini yang tidak disarankan dalam sistem ini. Semua kegiatan pembelanjaan, menggunakan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). Sementara perencanaan sampai laporan langsung masuk ke sistem ARKAS,” jelasnya.

“Terkecuali belanja rutin terkait masalah air atau listrik yang pembelanjaannya langsung,” katanya.

Sosialisasi ini, sambungnya lagi, bertujuan untuk mengupgrade informasi terbaru ARKAS agar semua laporan kegiatan sekolah teratur karena akan berdampak pada anggaran bos ke sekolah.

“Termin BOS itu kan dibagi menjadi 2 per semester, kalau ada keterlambatan laporan termin pertama ketika BOS cair, akan berdampak pada termin kedua, dan ketika laporan termin kedua terlambat pun termin berikutnya akan bermasalah juga. Jadinya, kalo anggaran BOSnya terlambat, maka akan terhambat juga kegiatan yang ada disekolah,” pungkasnya. (agnes)

Baca juga

Tinggalkan Komentar