Swara Pendidikan (Bekasi) — Seorang konsumen bernama Nadya mengaku kecewa setelah menerima pesanan jersey basket yang dinilainya tidak sesuai dengan desain yang telah disetujui pihak Jesyc Apparel, yang berlokasi di kawasan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
Nadya menjelaskan, pemesanan dilakukan pada 5 Mei 2026 melalui layanan pelanggan Jesyc Apparel. Dalam transaksi tersebut, ia memesan delapan set jersey basket dan 11 kaos jersey. Sebelum produksi dimulai, desain telah melalui beberapa kali revisi hingga akhirnya disepakati oleh kedua belah pihak.
Namun, ketika barang dikirim dua hari kemudian melalui layanan pengiriman instan, Nadya mendapati sejumlah perbedaan antara hasil jadi dan desain yang sebelumnya telah disetujui.
Menurutnya, ukuran jersey untuk size S tidak sesuai, sementara warna yang seharusnya hitam justru tampak abu-abu.
“Ukuran size S tidak sesuai. Selain itu, warna yang kami minta hitam ternyata hasilnya abu-abu dan berbeda dengan desain yang sudah di-approve,” ujar Nadya saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (14/5/2026).
Merasa dirugikan, Nadya segera menghubungi pihak Jesyc Apparel untuk meminta penjelasan sekaligus pengembalian dana. Namun, proses komunikasi yang berlangsung disebut tidak berjalan lancar.
Ia menuturkan bahwa permintaannya untuk refund tidak langsung mendapatkan respons yang jelas. Bahkan, sambungan telepon sempat diputus saat dirinya meminta kepastian terkait penyelesaian masalah tersebut.
“Kami hanya meminta uang kami dikembalikan sesuai kesepakatan, tanpa menuntut apa pun di luar itu,” katanya.
Karena belum mendapatkan kejelasan, Nadya bersama keluarganya mendatangi langsung kantor Jesyc Apparel di Mustika Jaya pada Kamis siang. Mereka berangkat dari Cibinong dengan membawa jersey yang dipermasalahkan, setelah sebelumnya berkomunikasi melalui WhatsApp mengenai proses pengembalian dana.
Setibanya di lokasi, Nadya mengaku kembali menerima informasi yang berubah-ubah. Awalnya, pihak perusahaan menyampaikan bahwa refund tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus melalui proses administrasi. Tidak lama kemudian, seorang karyawan disebut sempat menawarkan pengembalian dana secara tunai.
“Awalnya kami diberi tahu uang akan dikembalikan secara cash. Tetapi setelah menunggu hampir satu jam, ada karyawan lain yang mengatakan pembayaran tidak bisa dilakukan karena khawatir terjadi pengembalian ganda di sistem,” ungkapnya.
Nadya mengaku semakin kecewa karena hingga lebih dari satu jam menunggu, tidak ada keputusan yang pasti terkait refund. Selain kerugian materi, ia juga merasa dirugikan dari sisi waktu, tenaga, dan biaya transportasi.
“Sampai sekarang uang refund yang dijanjikan juga belum kami terima,” ujarnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Jesyc Apparel Bekasi belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan yang disampaikan konsumen tersebut. (SP)




