Swara Pendidikan (Depok) — Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 diarahkan pada penguatan kemampuan dasar siswa melalui Literasi (Bahasa Indonesia) dan Numerasi (Matematika). Dua kompetensi ini menjadi fondasi utama dalam pengukuran capaian akademik peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Pada aspek literasi, siswa diharapkan mampu memahami bacaan secara mendalam, mengembangkan logika berpikir, serta menalar informasi yang disajikan dalam teks. Untuk mendukung kesiapan tersebut, siswa disarankan membangun budaya membaca secara rutin disertai aktivitas menulis atau merangkum setelah membaca guna melatih daya analisis dan pemahaman.
Sementara itu, numerasi menitikberatkan pada kemampuan menerapkan konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Soal-soal numerasi dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam menginterpretasikan data, membaca grafik, serta menyelesaikan persoalan berbasis logika dan penalaran, khususnya dalam bentuk soal cerita.
Selain penguasaan materi, kesiapan teknis juga menjadi perhatian penting mengingat TKA 2026 dilaksanakan secara digital. Sekolah diwajibkan mengisi data infrastruktur dan mengunggah surat kesiapan melalui sistem pendaftaran yang telah ditentukan. Di sisi lain, siswa perlu memahami mekanisme akses dan tata cara login ke sistem TKA yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, siswa dan sekolah juga dianjurkan mengikuti Simulasi TKA yang diselenggarakan oleh Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik). Simulasi ini bertujuan membiasakan peserta dengan antarmuka ujian berbasis digital sekaligus melatih pengelolaan waktu selama ujian berlangsung.
Adapun jadwal pelaksanaan TKA 2026 masih bersifat estimasi. Untuk jenjang SMP, ujian direncanakan berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan untuk jenjang SD dijadwalkan pada 20–30 April 2026.
Informasi lebih lanjut terkait mata uji, ketentuan teknis, serta regulasi pelaksanaan TKA 2026 dapat dipantau melalui laman resmi Tes Kemampuan Akademik – Pusat Asesmen Pendidikan.
Redaksi



