Tjut Awaliyah Zuriyah: Lulusan SMK Didorong Terapkan Konsep “BMW”

by Redaksi
0 Komentar 74 Pembaca

Dosen Vokasi Universitas Pakuan (Unpak), Dr. Tjut Awaliyah Zuriyah

Swara Pendidikan (Cipayung, Depok) – Dosen Program Vokasi Universitas Pakuan (Unpak),  Dr. Tjut Awaliyah Zuriyah yang hadir pada pembukaan acara Job Fair 2023 di Sekolah  Pusat Keunggulan SMK Assalamah memberikan apresiasi atas suksesnya kegiatan Job Fair 2023 di SMK Assalamah yang berlangsung selama dua hari,Selasa-Rabu (17-18 Oktober 2023).

Dr. Tjut Awaliyah Zuriyah mengatakan bahwa dalam implementasi program SMK Pusat Keunggulan (PK) tak lepas dari peran perguruan tinggi (PT) pendamping maupun industri.

“Sudah 2 tahun saya mendampingi SMK-PK Assalamah, Depok. Karena  program SMK-PK ini didorong terapkan konsep “BMW” (Bekerja, Melanjutkan studi, atau Wirausaha),” jelas Dosen vokasi Unpak yang juga memberikan pendampingan di beberapa SMK di  Depok, diantaranya SMK Assalamah, SMK Wira Buana, SMK Assalam, dan SMK di Bogor. Selasa (17/10/23)

Dia menjelaskan, program SMK Pusat Keunggulan memiliki tujuan menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja serta diharapkan menjadi pusat peningkatan kualitas.

“Dengan adanya job fair ini, banyak memberikan manfaat kepada pencari kerja khususnya para alumni yang sesuai kompetensinya,” ujar Dr. Tjut Awaliyah Zuriyah.

Target dari program SMK-PK, dikatakan Dr. Tjut Awaliyah Zuriyah adalah meningkatkan kualitas dan kinerja, menciptakan pusat peningkatan kualitas dan kinerja dan menjadi inspirasi, menghasilkan lulusan yang siap kerja, dan tercapainya keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh.

Dr. Tjut Awaliyah Zuriyah bersama pengurus MKKS SMK Kota Depok

“Jadi dengan adanya job fair ini alumni datang, industri, pengawas sekolah, pendamping dari perguruan tinggi hadir. Inilah yang diinginkan pemerintah dengan membuat kegiatan SMK memberikan dana kegiatan, ini menjadi praktik baik untuk kepala sekolah, ada peningkatan  dari tahun ke tahun. Karena memang link n match itu harus menghadirkan guru tamu dari industri kemudian guru-guru bisa magang di industri,” papar Tjut Awaliyah.

“SMK diberikan dana untuk biaya gedung, pembagunan, peralatan bahkan untuk membangun Centre of Excellence, asal sekolah punya lahan/tanah, ini dana yang paling kecil dalam bentuk kegiatan. Penyelarasan kurikulum merdeka job fair, In House Training (IHT), macam-macam, sehingga dipastikan sekolah dapat dana untuk melaksanakan kegiatan  yang dihadiri dinas pendidikan dari disnaker,” tutupnya. (agnes).

Baca juga

Tinggalkan Komentar