Tanamkan Nilai-Nilai Kepramukaan, SDN Mekarjaya 5 Gelar Perkemahan Jumat-Sabtu

by Redaksi
0 Komentar 178 Pembaca

Swara Pendidikan (Mekarjaya, Depok) – Untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan bagi para anggota Penggalang, SDN Mekarjaya 5, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok menggelar kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu  (6-7/10/23).

Kegiatan Perjusa selama dua hari itu yang diikuti 150 anggota Penggalang, siswa kelas 5-6. Upacara pembukaan Perjusa dipimpin Ketua Kwarran Pramuka Kecamatan Sukmajaya, Maman Sutarman.

Dalam pengarahannya saat menjadi Inspektur Upacara (Irup), Maman Sutarman memberikan apresiasi, ucapan terima kasih dan rasa bangga serta gembiranya melihat semangat para siswa-siswi kelas 5-6 anggota Penggalang  SDN Mekarjaya 5 mengikuti kegiatan Perjusa.

“Kakak sangat bangga dan gembira melihat semangat adik-adik siswa kelas 5-6 mengikuti Perjusa di Jumat sore meski awan terlihat agak mendung,” kata Maman.

Ketua Kwarran Pramuka Sukmajaya itu mengingatkan dan meminta para anggota Pramuka di wilayah Sukmajaya agar jangan terpengaruhi dengan aksi bullying dan perundungan seperti yang terjadi di media sosial sekarang.

“Sebaiknya adik-adik Pramuka di SDN Mekarjaya 5 khususnya dan wilayah Sukmajaya lebih fokus belajar, jangan ikut-ikuta seperti yang terjadi medsos,” pinta Maman.

Dia berharap, agar anggota pramuka membaca, menghafal dan  mengamalkan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Isi Dasa Darma Pramuka yakni: Patuh dan suka bermusyawarah,Rela menolong dan tabah. Rajin, Terampil dan Gembira. Hemat, Cermat dan Bersahaja.

Kepala SDN Mekarjaya 5, Sutirah M.Pd mengatakan, Perkemahan Jumat – Sabtu (Perjusa) merupakan kegiatan rutin tahunan Gerakan Pramuka yang tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan dan kedisiplinan bagi anggota Pramuka.

“Nilai-nilai kepramukaan itu, menurut Sutirah diantaranya, kepenimpinan, kedisiplinan dan tanggungjawab,” kata Sutirah.

Dia menjelaskan, Perjusa selama dua hari diisi dengan berbagai kegiatan yang diawali upacara pembukaan Perjusa, istirahat sholat dan makan, dilanjutkan sholat mahgrib berjamaah, kemudian kegiatan pembentukan karakter melalui tausiyah, malamnya acara api unggun, kegiatan lomba dan hiburan.

“Setelah sholat mahgrib dilanjutkan pembinaan karakter bagi para anggota melalui ceramah atau tausiyah, jadi pengisian rohani Islam,” tutur Sutirah. (jaya)

Baca juga

Tinggalkan Komentar