Sumpah Pemuda Dimata Beti Nurbaety

by syahrul
0 Komentar 329 Pembaca

Swara Pendidikan.co.id – (Sukmajaya/Depok)

Mewujudkan Sumpah Pemuda sebagai Bulan Bahasa pada masa kemerdekaan dilingkungan sekolah haruslah dimulai dengan hal – hal yang dapat dilakukan siswa/i baik dalam berprilaku sebagai pelajar yang memiliki tanggung jawab untuk menuntut ilmu maupun dalam berinteraksi sosial disekolahnya.

“Moment Sumpah Pemuda bukan sekedar seremonial akan tetapi mendorong langsung dalam berprilaku untuk mencintai tanah air,hal tersebut disampaikan Kepala SDN Mekarjaya 21 Beti Nurbaeti disela kesibukannya saat kegiatan Sumpah Pemuda sebagai Bulan Bahasa, Sabtu (28/10).

Lebih jauh ia memaparkan arti kami putra – putri Indonesia bertanah air satu, tanah air Indonesia dimulai pada lingkungan disekolah yang bukan hanya sarana menuntut ilmu didalam kelas melainkan tempat berinteraksi secara lebih luas.

“Cinta tanah air bukan hanya cinta terhadap tanahnya saja melainkan cinta terhadap budayanya,produk – produk Indonesia dan apa yang dimiliki bangsa Indonesia.”

Lanjutnya,berbangsa satu itu harus memiliki solidaritas dan disekolah saja juga berkumpul dari berbagai suku dan itu menunjukkan keberagaman yang harus dijaga untuk saling menghargai dan menghormati sebagai satu bangsa,”papar Beti

Selain itu ia juga mengatakan berbahasa satu diwujudkan dengan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, sebab dari keaneka ragaman suku yang ada di Indonesia dengan berbahasa Indonesia maka bangsa ini dapat dipersatukan.

“Sebagai bangsa yang besar, kita harus bertutur kata yang baik karena dari bahasa  berbagai keaneka ragaman budaya yang ada di Indonesia dapat disatukan,”ujarnya.

Sementara itu kegiatan sumpah pemuda juga diisi berbagai lomba diantaranya lomba membaca pancasila, dwi darma, membaca teks proklamasi, dan Pembukaan UUD 1945 dalam bentuk hapalan serta membaca puisi dan pidato. Selain itu memberikan kesempatan menampilkan tarian klasik dan tarian modern.

Ditengah acara pemberian sumbangan disalurkan langsung kepada 23 siswa yatim yang berasal dari inpak guru serta donasi dari wali murid serta sumbangan sembako siswa sebagai wujud kepedulian sosial,selain itu tampak hadir Kepala UPT Pendidikan Sukmajaya Abdul Muthalib didampingi Pengawas serta perwakilan orang tua siswa.(Syahrul)

Baca juga

Tinggalkan Komentar