Swara Pendidikan (Balaikota Depok)– Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Depok menggadakan workshop Peningkatan Kompetensi Tutor Pendidikan Kesetaraan kepada 65 tutor atau guru di aula Perpustakaan kota Depok, Rabu (11-13 Desember 2024).
SPNF SKB Kota Depok adalah satuan pendidikan nonformal yang merekrut dan mengajak anak-anak dan masyarakat yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya melalui program paket A untuk putus sekolah dari SD, paket B untuk SMP, dan paket A untuk SMA.
Ketua Pelaksana Workshop, Sugeng Kusnadi mengatakan kunci keberhasilan proses belajar dan mengajar (PBM) tergantung dari kualitas dan kompetensi dari guru atau tutor.
“Ada empat kompetensi baik di pendidikan formal dan nonformal, yang harus dimiliki oleh guru dan tutor diantaranya kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesiona,” kata Sugeng.
Semua guru atau tutor dalam program pendidikan kesetaraan atau nonformal, sambung Sugeng, wajib meningkatkan kompetensinya untuk mencapai apa yang sudah menjadi target dari instansi, khususnya SPNF SKB Kota Depok.
Kepala SPNF SKB, Muklis Abdillah menjelaskan tujuan workshop untuk meningkatkan Kompetensi Tutor Pendidikan Kesetaraan agar memiliki kemampuan dan kompetensi,
“Para tutor di SPNF SKB Kota Depok diharapkan nantinya bisa mendidik dan mengayomi peserta didik, serta menjadi tutor yang andal,” teangnya.
Dia menambahkan, di dalam workshop tersebut dibahas mengenai beberapa materi yang bertujuan agar para tutor dan pamong bisa meningkatkan kemampuannya dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran.
“Semoga dengan adanya workshop ini, para tutor di SPNF SKB Kota Depok semakin berkompeten sehingga bisa melahirkan lulusan yang berkualitas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Paud dan Dikmas, Suhyana, MPd memberikan apresiasi kepada SPNF SKB Kota Depok yang telah berinisiatif mengadakan workshop Peningkatan Kompetensi Tutor Pendidikan Kesetaraan.
“Peningkatan kompetensi tutor sangat penting dilakukan, karena banyak tahapan-tahapan yang harus dijalankan. Kalau tidak ada upaya peningkatan mutu tutor, bagaimana mereka nanti memberikan pelajaran kepada peserta didik,” katanya. (Harlis)