Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) — SMK Negeri 2 Depok menyelenggarakan In House Training (IHT) Pendidikan Karakter Pancawaluya. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Rabu–Kamis (5–6 Februari 2026), diikuti oleh 115 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Kegiatan ini diarahkan untuk mengintegrasikan lima nilai luhur Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, ke dalam budaya sekolah, kurikulum, serta proses pembelajaran.
IHT dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Dr. Ervin Aulia Rachman, S.E, dan dihadiri oleh Pengawas Pembina SMK, serta narasumber dari Provinsi Jawa Barat.
Kepala SMKN 2 Depok, Yudhiansyah mengatakan bahwa pelaksanaan IHT Pendidikan Karakter Pancawaluya merupakan wujud komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.
“Melalui IHT Pancawaluya ini, kami menegaskan komitmen SMKN 2 Depok untuk membumikan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek pendidikan, baik di dalam kelas maupun budaya sekolah,” kata Yudi.
Dia menjelaskan pendidikan karakter Pancawaluya berfokus pada penguatan nilai dasar cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (jujur), pinter (cerdas), dan singer (tangguh dan terampil) sebagai fondasi pembentukan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia.
“Kami berharap seluruh warga sekolah dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancawaluya secara konsisten, sehingga lulusan SMKN 2 Depok tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter Pancawaluya yang kuat,” tambahnya.
Menurut Yudhiansyah, pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penguatan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran. (Harlis)




