SMK Annur Kerjasama dengan LSP Tekhnologi Digital Gelar Uji Kompetensi Siswa

by Redaksi
0 Komentar 73 Pembaca

Swara pendidikan (Sawangan, Depok)- SMK Annur Pasir putih Sawangan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) tekhnologi digital menggelar uji kompetensi LSP-P3. Kegiatan berlangsung  selama 3 hari, pada Selasa – Kamis, 30 Januari -1 Februari 2024 bertempat di ruang laboratorium, di ikuti oleh 82 siswa.

Menurut kepala SMK Annur, Dr.Ahmad latif MM, jalinan kerjasama SMK Annur dengan LSP tekhnologi  sudah berjalan 5 tahun. “Manfaat Kerjasama dirasakan sangat baik, siswa-siswi SMK Annur jadi kompeten di bidang tekhnologi,” ungkap Ahmad Latif. Kamis (1/2/24).

Selain itu, kata Latif, berkat ujian kompetensi sebelumnya, siswa-siswi SMK Annur jadi diakui  eksistensinya oleh beberapa perusahaan nasional.

“Uji kompetensi ini tidak main-main, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Sekolah melaksanakan dengan serius agar para siswa SMK Annur memiliki kualitas dan keahlian. Ketika lulus mereka mempunyai sertifikat LSP-P3,” tuturnya.

Lebih lanjut, Latif menyebut ada 2 uji kompetensi yang dilaksanakan pada hari yang sama. Pertama rekayasa perangkat lunak, kedua Bisnis digital

“Hasil uji kompetensi tahun lalu, Rekayasa perangkat lunak, skornya tertinggi,” imbuhnya.

Latif menambahkan, Sertifikat  LSP-P3 sudah  berlisensi. Ketika para siswa mendapatkan sertifikat, mereka bisa mengembangkan keahliannya dan bisa bekerja di luar negeri.

Senada, Direktur LSP, Ir. Gunawan Ramli, M.Kom mengatakan tekhnologi digital mempunyai lisensi dari Badan nasional sertifikasi profesi.

“Kami lakukan asesment untuk SMK Annur untuk melihat kompetensi para siswa,” katanya.

Hal ini penting dilakukan sebagai salah satu surat keterangan pendamping ijazah (SKPI), jadi  kata Gunawan, para siswa yang lulus akan mendapatkan dua ijazah, satu dari sekolah dan sertifikat dari badan resmi dari pemerintah.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mendapatkan sertifikasi ini ada tiga penilaian, yaitu: skill, Pengetahuan, dan Attitude. “Semua itu mempunyai skema standar kompetensi kerja indonesia (SKKNI) yang di turunkan sesuai bidang yang dipakai. Lalu untuk mengetahui kompetensi siswa diadakan wawancara, porto polio Digital Marketing, dan lainnya,” terang Gunawan.

Selanjutnya, kita bisa melihat siswa tersebut kompeten atau tidak. “Untuk yang kompeten akan keluar surat rekomendasi dan mendapat sertifikat berlogo Garuda Emas dari BNSP melalui LSP,” tutup Gunawan, (amr)

Baca juga

Tinggalkan Komentar