Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) — SMK An-Nur Sawangan menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai penutupan rangkaian Pesantren Ekologi Ramadan yang telah berlangsung selama empat hari. Acara dihadiri oleh dewan guru serta siswa kelas X hingga XII pada Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan penceramah untuk memberikan pesan dan nasihat kepada para peserta didik agar memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah.
Kepala SMK An-Nur, Ahmad Latip, dalam sambutannya mengajak para siswa untuk bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan.
Dalam pesannya, Ahmad Latip mengibaratkan kehidupan manusia seperti sebutir telur. Jika telur pecah dari luar, hal itu terjadi karena tekanan dari luar. Namun jika telur pecah dari dalam, maka kehidupan baru akan lahir.
“Cantik dan tampan bukan hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi juga dari dalam diri atau inner beauty,” ujar Ahmad Latip.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya mengejar kesenangan dunia semata, seperti kekayaan dan kenikmatan materi. Menurutnya, jika seseorang mendekatkan diri kepada Allah sebagai pemilik dunia, maka keberhasilan dunia juga akan mengikuti.
“Jauhi sifat sombong, karena kesombongan merupakan sifat iblis yang menyebabkan mereka diusir dari surga,” pesannya.
Sementara itu, pemateri tausiyah, Abdurrahman, S.Pd., mengajak para siswa untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai Ramadan yang paling istimewa. Ia mengingatkan bahwa tidak ada yang mengetahui apakah masih akan diberi kesempatan untuk bertemu Ramadan pada masa mendatang.
Abdurrahman juga menyoroti fenomena pelajar saat ini yang dinilai mulai menjauh dari Al-Qur’an. Ia mencontohkan, banyak siswa yang tidak kembali ke rumah ketika lupa membawa Al-Qur’an, tetapi akan segera kembali jika telepon genggamnya tertinggal.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda agar kembali mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, terutama pada bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya kitab suci tersebut.
“Di zaman sekarang kita seperti dijajah oleh empat hal, yaitu fashion, fun, food, dan film,” pungkasnya. (Amr)




